f11a4da3e827.html

df36a31bf43d
"Dukungan Allah itu jauh lebih penting dari dukungan manusia manapun. Karena hanya sedikit manusia yang bisa tegak lurus sesuai ridho-Nya sehingga dukungan manusia tersebut bisa baik. Allah sebaik-baiknya pemberi dukungan karena semesta alam pun pasti mendukung". @Fitrullah Official ( Fit4global)

Ketikkan yang ingin Anda Cari!

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

Atas berkat Rahmat Allah SWT, akhirnya Riset Saya dapat diterima secara ilmiah di Jurnal Internasional.

Open access funded by International Pharmacopuncture Institute

Sebuah riset akan sangat berarti jika dapat diterima secara ilmiah.
Memang itulah tujuan saya, agar semua pihak dapat merasakan manfaatnya baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional.

Riset, riset, dan riset, itulah yang selalu dikatakan Beliau, agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Alhamdulillah dengan perjuangan yang begitu panjang untuk bisa memahami sebuah ilmu, maka tulisan saya diterima sebagai Jurnal Internasional.
Terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia di berbagai kota dan desa, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang dengan tulus ikhlas membantu cita-cita mulia atas riset ini.

Dengan kebahagiaan tiada terkira akhirnya nama Sekar Kedaton, Giri, Gresik (yang sangat berarti bagi saya pribadi, yang membesarkan semangat saya akan arti perjuangan untuk masyarakat, tentang sebuah pesan mulia Beliau untuk terus berjuang agar dapat terus memberi manfaat bagi kehidupan), dapat tertulis di Jurnal Internasional.

Untuk nama FIT4GLOBAL hanyalah sebuah ungkapan bahwa Fitrullah (saya) akan terus berusaha agar dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia khususnya dan Global umumnya.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah ini ke depan dengan seluruh riset yang dilakukan. Amin

#Link_Jurnal_Internasional_saya: http://dx.doi.org/10.1016/j.jams.2016.12.003

FITRULLAH
Global Researcher
www.fitrullah.com

Riset Ikan Gurami Organik: Ini SUNGGUH 100% ORGANIK

Akhirnya aku berhasil menghasilkan ikan gurami 100% organik, tanpa pakan kimia satupun, pakan alami dengan sebesar ini.
Ini hanyalah sebuah riset awal untuk dikembangkan lebih lanjut dengan jumlah yang lebih banyak.


Semoga Jurnal Internasional Solusi Diabetes Mellitus dengan Teknik Alamiah ini, dapat bermanfaat secara Global!


Dari sebuah nurani hanya ingin sekedar membantu masyarakat, tercetuslah ide untuk menuliskannya dalam sebuah catatan pribadiku. 

Begitu panjang perjalanan Society Care ini, dari tahun 2005 hingga detik ini, dari desa hingga perkotaan, dan segenap lapisan masyarakat Indonesia.
Ya, saran demi saran datang satu persatu padaku, untuk menulis perjalanan hidup dalam menempuh kehidupan ini. 
Tak terasa, Jurnal Internasional-ku tentang Diabetes Mellitus masuk dalam setahap demi setahap hingga menunggu keputusan publikasi. 

Hanya satu yang ingin kutunjukkan pada Anda semua bahwasanya aku menikmati semua proses yang begitu rumit tersebut, bukan hasil yang kuharapkan. Jika pun berhasil diterima secara ilmiah internasional, maka itu kuanggap hadiah dari Tuhan Yang Maha Kuasa bagiku sebagai cambukan pribadiku untuk menjadi lebih maju lagi.

Langkahku sendiri. Aku hanya percaya atas Tuhan Semesta Alam, karena atas ijin-Nya semua ini bisa terwujud. 

Semoga ke depan, semua perjalanan hidup ini dapat diwujudkan dalam Jurnal Ilmiah maupun Karya Tulis yang bersifat ilmiah, sehingga bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


FITRULLAH, ST
www.fitrullah.com

Riset Pepaya: Dengan ketinggian pohon hanya 30 cm an yang dipindah langsung dicabut akarnya (tanpa tanah) dari media riset pembenihan, adalah sebuah riset yang sangat penting!.

(17 Oktober 2016)

Fit-SK mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Kelopak bunga satu persatu rontok menyisahkan buahnya dan buah ini terus tumbuh membesar. Dengan ketinggian pohon hanya 30 cm an yang dipindah langsung dicabut akarnya (tanpa tanah) dari media riset pembenihan, adalah sebuah riset yang sangat penting!.

Ada 2 poin penting di sini: 
1). Ya, ini menyangkut mempertahankan stabilitas tumbuh sebuah pohon yang dipindah tanpa tanah asal ke media tanah barunya (hanya pohon berikut akar tanpa tanah yang menempel satupun di akar). Ini riset bagiku dan memiliki kontribusi besar bagi Reboisasi secara cepat ke depan, untuk menahan laju Global Warming.

2). Pertumbuhan bisa dilanjutkan di media tanam baru tanpa dimulai dari awal (benih) kembali, dengan mengambil sebagian jaringan hidup pohon asal.

(www.fitrullah.com)

RISET SINGKONG untuk PENINGKATAN KUALITAS dan KUANTITAS

(pemotretan 26 Oktober 2016)


Di sebelah kiri Singkong berumur 2 bulan, sedang di sebelah kanan singkong berumur 2 minggu. Kita akan lihat apa bisa singkong yang di sebelah kanan menyamai singkong yang di sebelah kiri (dari segi kualitas dan kuantitas produksi) ?
Inilah riset sesungguhnya! Semoga bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

(www.fitrullah.com)

KEARIFAN SEJATI adalah MEDIA PENYAMPAIAN KEBENARAN SEJATI dari OLAH BANYAK MENDENGAR



Jangan terlena dengan yang ada. Kelak semua akan terjawab seiring berjalannya waktu, tentang kebenaran, tentang keadilan, dan tentang kearifan dalam hidup.
Mendengar itu ilmu yang sungguh sulit dibanding berbicara, karena mendengar membutuhkan pengendalian nafsu pembenaran diri sendiri.

Ya, benar pesan Beliau yang kuhormati nun jauh di sana tentang Mendengar. Bahwasanya mendengar adalah sebuah riset kehidupan yang harus dilalui.
Adanya perbedaan di semua lini kehidupan manusia, dengan beragam ujian masing-masing, karakter dan sifatnya, juga kehidupan yang dilaluinya masing-masing manusia, maka Mendengar adalah sebuah kata yang sungguh bermakna.

Kebenaran sejati itu memang ada, yang hanya diketahui oleh Dzat-Nya Yang Maha Tinggi.
Jikalau kebenaran sejati ini turun pada hamba-Nya yang diridhoi-Nya, maka kebenaran sejati ini akan mampu merangkul semua lini perbedaan yang ada di masyarakat, dengan cara kearifan, kebijaksanaan, dan kesabaran.

Berbicara kebenaran pun sering kandas di tengah jalan. Karena apa? karena tidak sinkron dengan kemajemukan masyarakat yang ada. Di sinilah pentingnya Mendengar.
Dengan banyak mendengar, maka akal fikir kita sebagai perantara penyampai kebenaran sejati itu akan mampu ditempatkan sesuai porsinya pada masing-masing masyarakat, sesuai kadar kesesuaiannya.
Dengan banyak mendengar, maka kita akan semakin arif dalam penyampaian kebenaran, dapat memasuki lini kisi-kisi sifat dan karakter masyarakat yang beragam.

Karena itulah pentingnya sebuah proses penyampaian, dengan kesabaran, pelan namun pasti, sesuai porsinya. Dengan demikian, maka kebenaran yang disampaikan akan mampu masuk ke segenap lini sendi-sendi kehidupan masyarakat yang beraneka ragam ini.

Meskipun kita mengetahui kebenaran sejati dari satu sisi, namun sangat penting untuk mendengar kebenaran dari sisi yang lain. Kebenaran itu bergantung dari sudut mana kita melihat, menilai, dan merasakan.
Cobalah memahami ini: " Belajarlah banyak mendengar agar kita mampu belajar arif dan dapat memberi hikmah kehidupan yang hakiki. Kurangi banyak bicara, kendalikan banyak bicara, belajarlah untuk banyak mendengar. Jika ini kau lakukan niscaya dirimu akan memahami sebuah makna arif bijaksana dalam penyampaian kebenaran. Saya dan Anda, sama-sama belajar, agar terbentuk kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai perbedaan pendapat. Kebenaran sejati tidak akan berarti secara rahmatan lil alamin, jika penyampaian kebenaran itu bukanlah hasil dari resultan banyak mendengar, karena sesungguhnya penyampaian sebuah kebenaran sejati itu adalah melalui kearifan sejati pula. Kearifan sejati itu haruslah melalui proses banyak mendengar sehingga seseorang tersebut dapat menyampaikan sebuah kebenaran sejati ".

(Fitrullah, www.fitrullah.com, 25 Oktober 2016)


(Keterangan: Gambar diambil dari http://lab-itc.com/wp-content/uploads/2016/05/sudut-pandang.jpg, sebagai ilustrasi semata)

ANTARA PENYAKIT DAN UJIAN TUHAN

Sering orang itu tidak menyadari mengapa penyakit hinggap pada diri/ keluarganya dan menjadikan sebab terjadinya penyakit tersebut sebagai pelampiasan kesalahan terhadap orang lain. Memang di saat menderita sakit, dapat dipastikan orang seolah-olah menyadari bahwa penyakit ini ujian Tuhan padanya, namun banyak yang tidak menyadari bahwa hasil ujian tersebut baru bisa dikatakan berhasil paska sembuhnya dia dari penyakit.

Jika orang yang sudah sembuh tersebut tidak berubah perangainya menuju kebaikan, dapat dipastikan dia gagal dalam ujian-Nya atas penyakit. Artinya, orang tersebut pasti masih menjadikan penyakit sebagai benda mati/ obyek pelampiasan kesalahan sehingga orang tersebut tidak bisa terus mengumbar hawa nafsunya selama sebelum sakit.

Namun beruntunglah orang yang sudah sembuh dari sakit dan sudi mengkoreksi seluruh sifat perbuatannya yang menyebabkan dia sakit, maka berhasilah dia melewati ujian Tuhan atas penyakit yang dianugerahkan-Nya pada orang tersebut.
Tuhan itu tidak serta merta menurunkan penyakit tanpa sebab, karena selalu ada sebab musababnya. Sifat perbuatan yang berlebihan cenderung menjadi faktor utama penyebab sakitnya seseorang. Nah, untuk mengingatkan seorang manusia agar tidak berlebihan, maka Tuhan memberi anugerah penyakit pada orang tersebut. Itu cinta kasih Tuhan pada umat-Nya.

Riset kerohanian itulah yang kudalami, untuk lebih mengenal kehidupan ini, dengan aneka ragam karunia-Nya. Kesimpulan dari itu adalah jangan berlebih-lebihan dalam segalanya, sewajarnya saja. Semangat dan etos kerja keras mutlak, namun kerendahan hati dalam melihat seluruh kejadian di alam mayapada ini sudah seharusnya ditanamkan sedini mungkin. Wallahu alam.

FITRULLAH

TANAH dan MANUSIA


Mengenal, mencoba memahami alam adalah sebuah proses belajar hidup. Manusia berasal dari tanah maka sudah sewajarnya harus mengenal tanah, saudara asalnya. Jika cara kerja tanah tidak paham, maka wajar jika cara kerja tubuh manusia juga tidak paham.
Ibarat menginginkan buah dari tanah, maka proses tanah menghidupi tanaman harus dipahami. Itulah tubuh kita. Jika menginginkan sehat jasmani dan rohani, harus mengenal cara kerja tubuh kita. Tubuh kita berasal dari tanah dan proses "otopsi" tanah (memilah dan mempelajari tanah) adalah cara mempelajari tubuh manusia secara hakiki.

Hasil pembelajaran seorang manusia akan tanah bisa dilihat dari cara manusia tersebut memperlakukan tanah. Jika tanah menangis, marah, sedih karena mulai tidak berfungsi/ rusak, maka disitulah cerminan manusianya.

Jika tanah sudah meratap dan menangis, bisakah tanah akan menerima manusia jika sudah kembali ke tanah kelak?
Itulah fungsi rahmatan lil alamin. Manusia wajib memberi rahmat sekalian alam, termasuk tanah di dalamnya.

Di dalam tanah terkandung milyaran mineral dan nutrisi, berikut sumber dayanya yang maha dashyat dalam menopang kehidupan seluruh makhluk di dunia ini.
Jika tanah yang sebagai zat asal muasal manusia saja sudah memiliki fitrah seperti demikian, maka dimanakah fungsi manusia sebagai rahmatan lil alamin, yang jelas-jelas satu asal muasal?

Diciptakan-Nya tanah adalah sebagai salah satu pemikiran dan pembelajaran rahmatan lil alamin seorang manusia.

FITRULLAH

Sulit menjadi Cermin Datar yang Bersih


Yang saya paham bahwa orang sombong akan menemui resultan kesombongannya cepat atau lambat. Ada aksi pasti ada reaksi, itu hukum sains. Jika kesombongan dilontarkan ke dimensi tak rata/ lunak/ tidak beraturan, mungkin kesombongan itu akan terserap ke dalam dimensi tak rata/ lunak/ tidak beraturan tersebut. Namun jika kesombongan itu dilontarkan ke dimensi cermin datar yang bersih, maka pantulannya akan luarbiasa kembali pada asal kesombongan itu. Menyadarkan orang-orang sombong itu harus memiliki sifat cermin datar yang bersih tersebut.
Coba saja lontarkan seluruh kesombonganmu di depan cermin datar yang bersih, apa yang kamu lihat? Semakin lama dirimu melontarkan kesombongan di depan cermin datar yang bersih, niscaya dirimu akan berhenti dengan sendirinya karena akan merasa malu terhadap apa yang terlihat di cermin datar yang bersih tersebut.

Sulit menjadi cermin datar yang bersih, karena itu hanya sedikit manusia yang mampu menjadi cermin datar yang bersih.
Manusia seolah-olah menjadi cermin datar yang bersih, namun itu akan dibuktikan seiring berjalannya waktu atas sifat, sikap, dan perbuatan sehari-harinya.

Tugas manusia di dunia hanyalah saling mengingatkan atas rahmatan lil alamin, bukan saling memvonis, karena kebenaran sejati itu datangnya dari sisi Tuhan Yang Maha Esa.


FITRULLAH, ST

Note: Foto diambil dari http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/10/manusia-kayu-bercermin-330x263.jpg, sebagai ilustrasi semata

Global Society Care: Diagnosa Medis untuk mr. Ag, Leukemia bukan, Kanker Tulang juga bukan, tertulis Multiple Myeloma. Sebuah pelajaran hidup lagi buat saya!

Menurut info dari alodokter.com disebutkan bahwa Multiple Myeloma adalah jenis kanker yang menyerang sel plasma pada tulang sumsum penderita, yaitu ketika pertumbuhan jumlah sel myeloma lebih banyak dari jumlah sel darah sehat. Sehingga, alih-alih memproduksi protein penghasil antibodi pencegah infeksi penyakit, sel kanker ini justru memproduksi protein abnormal yang akhirnya merugikan.
Multiple myeloma termasuk kasus yang tidak umum dan belum diketahui dengan pasti penyebabnya.
-------------------------------------------------------

Ya, saat saya bertemu dengan mr. Ag minggu lalu, fisiknya pucat dan lemah. Miris hati ini melihatnya, ternyata ada juga penyakit model lain yang kutemui di masyarakat. Ya, Allah, sungguh besar karunia Allah atas hidup ini dengan segala keunikan dan kesulitan yang beragam di kehidupan.

Kemoterapi sudah dilakukan dan masih dijalankan sampai saat ini, dan saya pun tetap menganjurkan agar ikuti saja prosedur medis yang lebih paham tentang penyakit ini. Saya hanya menyarankan agar lebih sabar, tabah, dan anggap semua ini ujian Allah SWT. Tidak lain dan tidak bukan selalu ada ujian Dia untuk kita, sejauh mana diri kita dalam mempelajari hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan dan hubungan horizontal manusia dengan manusia.

Setiap penyakit yang diderita oleh seseorang di masyarakat selalu mengandung ujian-Nya atas hubungan vertikal maupun horizontal, itu yang selalu saya pelajari selama ini. Ujian hubungan vertikal itu akan menguji tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang penderita terhadap KeKuasaan dan Ke-Maha Besaran-Nya. Sedang Ujian hubungan horizontal itu akan selalu menguji tingkat hubungan sosial penderita dengan manusia sekitarnya, bisa kesabaran, tingkat emosional, mengetahui tingkat saling menghargai, dan lain sebagainya.

Banyak kutemui di masyarakat penderita sakit yang lebih cenderung menyalahkan orang lain atas sakit yang diderita, atau lebih fatal malah menyalahkan Tuhannya! Ini yang membuat saya miris. Tingkat frustasi dan ketakutan akan bayang-bayang kematian, ternyata mampu merubah karakter penderita sakit yang seolah-olah taat beribadah (saat sehat) menjadi berubah saat penyakit menyerang mereka. Ini berlaku untuk semua pemeluk agama apapun yang saya jumpai di masyarakat.
Karena itulah, saya merasa prihatin dan merasa terpanggil untuk meluruskan yang harus diluruskan tentang Hakekat Tuhan dan Kemanusiaan semampu saya dan alhamdulillah dapat memberi dampak positif pada masyarakat, yang akhirnya kami semua menjadi seperti saudara.
Ya, menjadi seperti saudara itu poin penting dalam kehidupan bermasyarakat bagi saya. Memiliki banyak saudara di mana-mana itu membahagiakan. Merangkai persaudaraan dan pemahaman tentang posisi Tuhan, manusia, dan hubungan manusia dengan alamnya yang harus harmonis itu adalah rangkaian yang indah di masyarakat.

Berbagai karakter masyarakat yang saya dapat pahami, ada yang temperamental, low profile, sok pintar, sombong, baik, lembut, rendah hati, asal vonis kesalahan ke orang lain, ada yang suka membantu tulus, dan berbagai karakter lainnya. Serasa gado-gado dalam menu masakan Jawa Timur.

Seluruhnya bisa menerima pemahaman saya, apa yang saya terangkan tentang harmonisasi dan semangat pantang putus asa yang harus terus dikobarkan dalam diri di bawah naungan doa yang sungguh-sungguh. Melihat akur (keakraban) masyarakat satu dengan lainnya (yang pernah saya temui) adalah sebuah keindahan Indonesia yang terkenal akan semangat kekeluargaannya. Tidak ada saling menyalahkan, tidak ada saling mencela, dan menjadi lebih fokus tentang apa yang harus dilakukan untuk masyarakat dan lingkungan.
Bahwasanya hidup itu hanya sekali dan harus dapat memberi kontribusi yang positif pada kehidupan, itulah point yang berusaha saya dudukkan di masyarakat. Hal kecil itulah yang saya lakukan detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun. Bakti saya demi mengharap ridho Allah SWT, tiada lain.



FITRULLAH, ST
Global Society Care
www.fitrullah.com


Global Society Care: "Syaraf Terjepit di Tulang Belakang bisa Menyebabkan Perut Buncit!"

Malam itu seorang sahabat menelpon saya, meminta bantuan untuk melihat keadaan saudara perempuannya yang perutnya terus membesar dari hari ke hari dan susah (kesakitan) saat berusaha bangkit dari tidurnya ke posisi duduk.

Singkat cerita, akhirnya saya dijemput sahabat saya meluncur ke  rumah saudaranya.
Saya pun berkenalan dan saudara perempuannya (mrs.Mags) pun menceritakan bahwa kejadiannya saat dia menarik barang seolah-olah pinggangnya tersentak dan tenaga lumpuh seketika. SYARAF TERJEPIT INFORMASINYA!.
Beliau juga menunjukkan hasil laboratorium yang menunjukkan keadaan organnya sehat semua.
YANG DIHERANKAN KELUARGA ADALAH PERUTNYA MAKIN MEMBESAR TIAP HARINYA!

Saya katakan bahwa saya akan berusaha membantu sebisa saya. Seperti biasa, saya pun mengatakan bahwa saya bukan dokter, namun masyarakat yang hanya ingin menolong sesama.

Benar adanya, saya tunjukkan bagian-bagian syaraf di lutut dan betis yang tampak membengkak dan kesakitan saat disentuh, dan ini tidak diketahui (tidak diduga) sama sekali oleh pihak keluarga.
Mengedukasi masyarakat bahwa jangan sembarang beranggapan santet atau ilmu hitam adalah sangat penting agar tidak ada buruk sangka terhadap sesama. Ini sering saya lakukan agar masyarakat mampu berfikir logika dan alamiah keilmuan.

Setelah saya sentuh simpul-simpul syaraf yang tersumbat, tampak oleh semua keluarga aliran darah berdenyut berjalan ke beberapa bagian tubuh dan kaki tampak cerah kembali (dari pucat sebelumnya). Perut pun mulai sedikit mengecil dan tidak sakit saat disentuh kembali. Bagian kaki pun juga mulai tidak sakit kembali saat disentuh jari. Ya, sebuah perubahan positif!.

Alhamdulillah, tadi malam saya mendapat kabar menggembirakan jika perut Mrs.Mags sudah kempes seperti sediakala (normal kembali). Sebuah karunia dari Allah SWT saya tegaskan. Alhamdulillah.

FITRULLAH, ST
Global Society Care
www.fitrullah.com

Note: gambar diambil dari internet hanya sebagai ilustrasi kejadian semata.