f11a4da3e827.html

df36a31bf43d
#ForeignExchangeShield #USDIDRResearch #GlobalResearch #RiilResearch #GlobalSocietyCare #SelfReminder

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

Global Society Care: Diagnosa Medis untuk mr. Ag, Leukemia bukan, Kanker Tulang juga bukan, tertulis Multiple Myeloma. Sebuah pelajaran hidup lagi buat saya!

Menurut info dari alodokter.com disebutkan bahwa Multiple Myeloma adalah jenis kanker yang menyerang sel plasma pada tulang sumsum penderita, yaitu ketika pertumbuhan jumlah sel myeloma lebih banyak dari jumlah sel darah sehat. Sehingga, alih-alih memproduksi protein penghasil antibodi pencegah infeksi penyakit, sel kanker ini justru memproduksi protein abnormal yang akhirnya merugikan.
Multiple myeloma termasuk kasus yang tidak umum dan belum diketahui dengan pasti penyebabnya.
-------------------------------------------------------

Ya, saat saya bertemu dengan mr. Ag minggu lalu, fisiknya pucat dan lemah. Miris hati ini melihatnya, ternyata ada juga penyakit model lain yang kutemui di masyarakat. Ya, Allah, sungguh besar karunia Allah atas hidup ini dengan segala keunikan dan kesulitan yang beragam di kehidupan.

Kemoterapi sudah dilakukan dan masih dijalankan sampai saat ini, dan saya pun tetap menganjurkan agar ikuti saja prosedur medis yang lebih paham tentang penyakit ini. Saya hanya menyarankan agar lebih sabar, tabah, dan anggap semua ini ujian Allah SWT. Tidak lain dan tidak bukan selalu ada ujian Dia untuk kita, sejauh mana diri kita dalam mempelajari hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan dan hubungan horizontal manusia dengan manusia.

Setiap penyakit yang diderita oleh seseorang di masyarakat selalu mengandung ujian-Nya atas hubungan vertikal maupun horizontal, itu yang selalu saya pelajari selama ini. Ujian hubungan vertikal itu akan menguji tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang penderita terhadap KeKuasaan dan Ke-Maha Besaran-Nya. Sedang Ujian hubungan horizontal itu akan selalu menguji tingkat hubungan sosial penderita dengan manusia sekitarnya, bisa kesabaran, tingkat emosional, mengetahui tingkat saling menghargai, dan lain sebagainya.

Banyak kutemui di masyarakat penderita sakit yang lebih cenderung menyalahkan orang lain atas sakit yang diderita, atau lebih fatal malah menyalahkan Tuhannya! Ini yang membuat saya miris. Tingkat frustasi dan ketakutan akan bayang-bayang kematian, ternyata mampu merubah karakter penderita sakit yang seolah-olah taat beribadah (saat sehat) menjadi berubah saat penyakit menyerang mereka. Ini berlaku untuk semua pemeluk agama apapun yang saya jumpai di masyarakat.
Karena itulah, saya merasa prihatin dan merasa terpanggil untuk meluruskan yang harus diluruskan tentang Hakekat Tuhan dan Kemanusiaan semampu saya dan alhamdulillah dapat memberi dampak positif pada masyarakat, yang akhirnya kami semua menjadi seperti saudara.
Ya, menjadi seperti saudara itu poin penting dalam kehidupan bermasyarakat bagi saya. Memiliki banyak saudara di mana-mana itu membahagiakan. Merangkai persaudaraan dan pemahaman tentang posisi Tuhan, manusia, dan hubungan manusia dengan alamnya yang harus harmonis itu adalah rangkaian yang indah di masyarakat.

Berbagai karakter masyarakat yang saya dapat pahami, ada yang temperamental, low profile, sok pintar, sombong, baik, lembut, rendah hati, asal vonis kesalahan ke orang lain, ada yang suka membantu tulus, dan berbagai karakter lainnya. Serasa gado-gado dalam menu masakan Jawa Timur.

Seluruhnya bisa menerima pemahaman saya, apa yang saya terangkan tentang harmonisasi dan semangat pantang putus asa yang harus terus dikobarkan dalam diri di bawah naungan doa yang sungguh-sungguh. Melihat akur (keakraban) masyarakat satu dengan lainnya (yang pernah saya temui) adalah sebuah keindahan Indonesia yang terkenal akan semangat kekeluargaannya. Tidak ada saling menyalahkan, tidak ada saling mencela, dan menjadi lebih fokus tentang apa yang harus dilakukan untuk masyarakat dan lingkungan.
Bahwasanya hidup itu hanya sekali dan harus dapat memberi kontribusi yang positif pada kehidupan, itulah point yang berusaha saya dudukkan di masyarakat. Hal kecil itulah yang saya lakukan detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun. Bakti saya demi mengharap ridho Allah SWT, tiada lain.



FITRULLAH, ST
Global Society Care
www.fitrullah.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar