f11a4da3e827.html

df36a31bf43d
"Dukungan Allah itu jauh lebih penting dari dukungan manusia manapun. Karena hanya sedikit manusia yang bisa tegak lurus sesuai ridho-Nya sehingga dukungan manusia tersebut bisa baik. Allah sebaik-baiknya pemberi dukungan karena semesta alam pun pasti mendukung". @Fitrullah Official ( Fit4global)

Ketikkan yang ingin Anda Cari!

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

Tampilkan postingan dengan label angon kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angon kehidupan. Tampilkan semua postingan

Global Society Care: Penderita Diabetes (yang Sudah Suntik Insulin pun) Bahagia Saat Tahu Kadar Gulanya Turun dari 270 menjadi 204 secara Natural!!

#GlobalSocietyCare
Saya sudah terbiasa menghadapi begitu macam penyakit di masyarakat, termasuk Diabetes Mellitus. Siapa yang tidak takut jika terindikasi Diabetes? siapapun akan merasa ngeri jika divonis menderita diabetes. 

Sebut saja mr XY dari sebuah kota di pantura. Mr XY ini menderita diabetes sejak lama dan akhirnya beliau harus melakukan suntik insulin selama hidupnya. Pertemuan kami juga mungkin sudah Kehendak Allah sehingga begitu mudah untuk itu.

Sering saya menghadapi anggota masyarakat pengidap diabetes yang sudah suntik insulin, jadi saya berusaha untuk memotivasi beliau untuk sabar menghadapi sakit ini.
Dari kaki yang terasa lunak kalau disentuh (saat ditekan kulit kaki maka bekas tekanan tersebut sulit kembali ke bentuk normalnya), menjadi kenyal normal kembali saat ini. Betapa bahagianya beliau melihat perubahan itu. 

Dan saatnya saya mengedukasi beliau tentang semangat untuk hidup bersama diabetes. Setelah saya telusuri sistem syaraf yang ada, ternyata ada satu titik syaraf yang terindikasi lemah yaitu di area paha. Di titik syaraf itulah saya mengetahui jika penyakit diabetes ini mulai mengganggu kinerja leher hingga kepala. Dan benar adanya jika beliau mengalami gangguan di sekitar leher dan kepala. Setelah saya sentuh titik syaraf tersebut, area leher hingga kepala merasa ringan dan dingin segar. Beliau tampak senang akan perubahan tersebut. Tidak hanya itu saja ketika dilakuan pengukuran kadar gula darah menggunakan alat tes strip, menunjukkan perubahan signifikan akan kadar gula darah beliau, dari 270 (pengukuran pada malam harinya) menjadi turun hingga 216 dan kemudian turun lagi menjadi 204. Kepala dan leher yang rasanya berat sebelumnya menjadi ringan dan segar.

Betapa senangnya beliau melihat perubahan itu dan menjadi lebih bersemangat dalam menghadapi diabetes yang dideritanya selama ini. Dan ternyata tanpa suntik insulin pun, kadar gula darah beliau bisa turun hingga 204 !.
Saya bahagia rasanya menyaksikan beliau makin bersemangat atas penyakit diabetes yang diderita selama ini, dengan harapan semoga ke depan suntikan insulin bisa ditinggalkan dan mampu hidup normal secara natural.

#GlobalSocietyCare
#DiabetesMellitus
#SuntikanInsulin
#Fitrullah

#SelfReminder: Jongkok dan Sebuah Penghambaan Diri atas Ridho Tuhan Yang Maha Kuasa


#Jongkok dan #SebuahPenghambaanDiriatasRidhoTUHANYANGMAHAKUASA
 
Saat itu saya mempresentasikan sebuah riset. Responnya luarbiasa.
Tatkala sesudah akhir presentasi, tampak salah seorang diantara pendengar presentasi tampak kesakitan, segera saya menghampiri beliau. Saya tanyakan ada apa gerangan, beliau menjawab memang ada gangguan sakit bertahun-tahun di salah satu bagian organ tubuhnya.
Saya pun berjongkok segera untuk menelusuri jalur-jalur syaraf yang ada, mengamati, dan menyentuh hingga saya berdiri kembali. Beliau merasa nyaman dan enakan seketika 1 menit tersebut. Para hadirin presentasi kaget melihat saya jongkok di tengah presentasi tersebut setengah tidak percaya. Beliau-beliau mengatakan pada saya mengapa saya rela jongkok demi mendengar keluhan salah seorang peserta presentasi, padahal ini forum resmi dengan kedudukan yang terhormat dan setara?
Saya pun menjawab dengan senyuman: "Benar bapak bapak hadirin sekalian ini forum resmi presentasi, yang akan membuahkan hasil luarbiasa. Namun ini juga ujian bagi saya untuk seimbang sebagai seorang manusia yang memiliki nurani atas sesuatu di sekitar saya. Kita semua sama di mata Allah, harus mengabdi atas ridho Allah. Jongkok bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan atas pelayanan hati terhadap sesama, namun terlebih lagi hanya demi penghambaan diri terhadap Allah semata akan tugas kita terhadap sesama manusia.
Jika kita jumawa (sombong), tidak mau membasuh/ bersimpuh di depan hamba-hamba manusia lainnya, maka sulit bagi kita untuk menyadari Kebesaran Allah SWT. Ini pelajaran hidup bagi saya untuk tetap mawas diri"

Salah satu dari Beliau-beliau: " Ya, Allah, sungguh luarbiasa dirimu Nak bisa memiliki pemikiran seperti itu. sangat sulit saya temui orang-orang muda sepertimu memiliki kematangan pemikiran hidup seperti ini. Saya pun baru menyadari tentang hidup di saat sukses seperti ini dan itu pun masih jauh dari konsep Anak yang terpapar di depan saya. Jujur saja saya hormat pada Anda".

Saya:" Terima kasih Pak atas semuanya. Semua tidak semata untuk tujuan presentasi ini, semua fana, semua jalan hidup dan di situlah kepekaan kita untuk dapat seimbang dalam perjalanan hidup. Saya masih jauh dengan kekurangan, masih perlu banyak belajar, mawas diri, agar tidak silau dengan gemerlap di sekitar saya.".

Itulah kisah saya tentang jongkok yang memang harus saya lakukan demi menguji diri saya atas pelayanan manusia terhadap hamba-Nya, demi mendengar, membaca, dan bertindak sesuai ridho-Nya. Tidak ada yang istimewa untuk itu, karena memang harus seperti itulah manusia terhadap hatinya pada ridho TuhanNya.
 
#Jongkok dan #SebuahPenghambaanDiriatasRidhoTUHANYANGMAHAKUASA
#Fitrullah 

#GlobalSocietyCare: Jari mati rasa tersebut Terhubung dengan Tumor Payudara yang diderita, itu ilmiah syaraf !

Saya bukan orang medis, namun terbiasa diajak dialog oleh masyarakat di manapun saya berada untuk banyak keluhan, salah satunya adalah penyakit. Karena pengalaman yang begitu banyak dengan sekian ribu anggota masyarakat itulah saya mencoba untuk menularkan pengalaman saya agar masing-masing individu masyarakat dapat belajar untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi ke depan.

Sebut saja mrs TCL yang berdialog dengan saya tentang permasalahan tumor payudara yang dialaminya akhir-akhir ini. Ada begitu banyak titik-titik merah di kedua payudara beliau (tampak dari hasil lab) sehingga membuat nyeri di kedua payudara beliau.
Untuk mengedukasi beliau bahwa titik-titik merah tersebut ada hubungan dengan syaraf, maka saya ajak untuk meneliti lengan dan kaki beliau. Dan benar adanya bahwa saya tunjukkan ada bengkak  di kedua punggung beliau di satu dua titik syaraf. Ketika saya sentuh maka beliau merasa teraliri semacam aliran listrik tubuh (ciri kerja syaraf, yang saya pahami) yang langsung menuju nyeri-nyeri di kedua payudaranya. Dalam hitungan menit, beliau merasakan plong (lega/ longgar) payudaranya, berkurang rasa nyerinya. Alhamdulillah.

Sekian minggu kemudian, punggung tangan kanan sudah kempes bengkaknya dan diakui beliau bahwa nyeri di payudara kanan sudah hilang. Sementara itu, beliau menceritakan bahwa salah satu jari tangan kiri terasa mati rasa. Dikiranya itu adalah kolesterol atau kesleo karena sebab sesuatu.
Di sinilah saya mengedukasi beliau bahwa ada hubungan antara tumor payudara dengan kondisi mati rasa jari tangan kiri tersebut. Saya tunjukkan struktur tulang telapak kiri agak beda dengan struktur tulang telapak kanan dan juga ada satu titik yang bengkak.
Segera saya sentuh titik tersebut dan memposisikan struktur tulang telapak tangan kiri tersebut. Segera saja beliau merasakan aliran darah mengalir langsung ke pusat nyeri di payudara kanan dan langsung rasa nyeri mereda dan jari tangan yang mati rasa tersebut sembuh seketika.

Saya katakan bahwa inilah hubungan tumor dengan syaraf, selalu terhubung ibarat jaringan kabel. Jika saluran syaraf dan darah lancar, insyaallah akan ada kebaikan bagi kesehatan.

#GlobalSocietyCare
#TeknikTotokSyaraf70RibuJalanDarah
#TumorPayudara
#Fitrullah

#SelfReminder: Seorang Manusia akan Mampu Memahami Sekaligus Bersikap dan Bertindak Tepat jika dia Mampu Menempatkan Diri di Zona Zero (Nol)




Dulu saya pernah bertemu dengan seseorang, sebut saja XY.
XY sosok yang sangat positif terhadap siapapun meski orang-orang di sekitarnya memiliki sikap2 licik dan jahat terhadapnya.
Prinsip XY adalah jika kita berfikir dan bersikap positif terhadap siapapun, pasti Tuhan akan memberi energi positif yang melindungi XY dan merubah orang-orang licik dan jahat selama hidupnya.
Ya, sangat kuat prinsip itu melekat pada citra wataknya.
Saya pun tersenyum sambil berkata padanya: "Suatu saat dirimu akan paham bagaimana menempatkan diri, menggunakan akal fikirmu, dan bertindak agar dirimu selamat dari orang-orang licik jahat yang terpendam tanpa dirimu ketahui sebelumnya. Ilmumu akan bertambah kelak".

Saya ikuti terus perjalanan hidupnya dan kudapati suatu saat XY ini merenung sambil bersedih: " Mengapa orang-orang di depanku sering memiliki niat licik dan jahat di belakang, yang mana itu tidak pernah tampak dari sikap perbuatan sehari-hari? Begitu teganya mereka padaku?".

Saya mencoba menghibur: " Itulah manusia saudaraku XY. Prinsip hidupmu itu negatif/ positif side, bukan Zero (nol) Side. Jika seseorang menempatkan dirinya di sisi positif maka selamanya dia tak akan pernah memahami sisi negatif manusia, begitu pula sebaliknya. Ada kebaikan dan keburukan yang akan selalu berdampingan sampai kapanpun. Akan selalu ada 2 hal berbeda yang akan selalu berdampingan hingga kapanpun. Seorang manusia akan mampu memahami sekaligus bersikap dan bertindak tepat jika dia mampu menempatkan diri di Zona Zero (Nol). Di Zona Zero ini, manusia tanpa muatan baik dari dalam dirinya maupun dari luar. Energinya bersih, cemerlang, laksana cermin.
Selalu berfikir positif/ negatif saja terhadap makhluk Allah itu adalah sikap berlebihan karena mengedepankan ego manusia atas pilihan sikapnya, dan itu bukan manusia.
Bahwasanya manusia itu dianugerahi akal fikiran dan budi, adalah untuk mampu merenungi atas seluruh kejadian yang menimpanya, bukan malah mengedepankan keharusan untuk menentukan sikap fikiran positif/ negatif saja.

Sikapmu selama ini yang selalu berfikir positif terhadap orang lain adalah baik namun keliru dari niat. Niatmu bukan atas Allah namun berdasar toleransimu, sungkanmu terhadap manusia di depanmu. Ada orang baik juga ada orang jahat, itu sudah pasti. Kepastian sunatullah ini kamu abaikan dengan dalih pokoknya jika saya berfikir positif maka semua akan positif di sekitarmu.

Seluruh manusia itu ibarat menapak Siratal Mustakim, yang diberi jalan sangat tajam sehingga butuh kehati-hatian, waspada dalam hidupnya. Jika berjalan di atas titian Siratal Mustakim saja dirimu mengabaikan kewaspadaan atas kanan dan kiri, niscaya dirimu akan tergelincir. Itulah hidup dan tidak ada enaknya hidup di dunia itu.
Jika dirimu menganggap enak hidup di dunia itu, berarti ada kesombongan pada dirimu. Ada hujan, manusia mengeluh banjir, bocor, gagal panen dll. Ada kemarau pun juga sama, mengeluh panas, kekurangan air, dll. Satu kejadian itu saja sudah menunjukkan bahwa tidak mudah hidup di dunia ini. Jadi jangan anggap enteng semua kejadian selama hidup kita.
Yang harus manusia lakukan adalah merenung sehingga menimbulkan rasa syukur atas dua hal berbeda yang selalu berdampingan di dunia ini. Syukuri hujan-kemarau, suami-istri, baik-buruk, dll. Jika diri sudah paham itu, maka gunakan akal fikir budimu untuk memanajemen dua hal perbedaan tersebut atas ridho Allah SWT. Ini memang sulit, namun kita harus sama-sama belajar untuk lebih memahami masing-masing sisi yang berbeda sehingga diri kita mampu berjalan tegak di atas jalan Kalimatullah."

#SelfReminder
#FITRULLAH