f11a4da3e827.html

df36a31bf43d
#USDIDRResearch #GlobalResearch #RiilResearch #GlobalSocietyCare #SelfReminder

Search (cari)

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

#SelfReminder: WANITA dan Statusnya Sebagai PERHIASAN DUNIA



Wanita, sungguh makhluk Allah yang sangat indah. Tanpa kehadiran wanita di dunia ini, maka semua kehidupan manusia akan terasa hampa, monoton tiada arti. Di satu sisi, seorang wanita kerap dijadikan obyek kesalahan akan nafsu. Jika seorang wanita menginginkan ini itu dan dirasa di luar nalar fikiran seorang pria, maka wanita tersebut akan dicap materialistis dan keduniawian
Tahukah Anda bahwa tanpa wanita, maka tiada satupun kelahiran manusia itu ada di muka bumi ini?
Tahukah Anda bahwa tanpa wanita, maka Anda tidak akan pernah mengenal sisi kelembutan Sang Pencipta?
dan
Tahukah Anda bahwa tanpa wanita, maka Anda tidak akan pernah mengerti bagaimana proses penciptaan manusia itu lahir ke dunia dan hubungannya dengan penciptaan manusia dengan ruh yang ditiupkan Allah SWT ke dalam diri janin manusia?
Sungguh, di sosok wanita lah, semua manusia bisa belajar banyak tentang kehidupan agar manusia memahami apa itu surga dan neraka.
Jika Allah saja berkenan menciptakan manusia-manusia yang mulia, suci bersih ke muka bumi ini, melalui rahim seorang wanita, tentu saja kedudukan wanita sangatlah mulia di muka bumi in. Karena itulah ada istilah IBU PERTIWI, bukan BAPAK PERTIWI.
Secara fitrah, seorang wanita sangat tinggi derajatnya di hadapan Allah, karena dia (wanita) adalah calon-calon perantara Allah untuk menciptakan manusia yang suci bersih ke muka bumi ini melalui rahimnya.
Nah, pertanyaannya, mengapa wanita identik dengan perhiasan dunia? dan mengapa dikisahkan bahwa penghuni neraka adalah sebagian banyak itu kaum wanita? tidak sinkronkan dengan ulasan di atas?...
Menurut saya, ini hanyalah masalah pemahaman tentang seorang wanita.
Sebagai manusia yang memiliki derajad tinggi, hingga dilegalstatuskan sebagai perantara penciptaan manusia oleh Allah SWT melalui rahim wanita, maka wanita tetaplah seorang manusia biasa, yang memiliki ruhani sama seperti halnya seorang pria.
Perbedaannya jelas jauh antara ruhaniah wanita dengan pria. Jika rahim identik dengan tempat penciptaan manusia yang suci, maka pastilah ruhaniah seorang wanita akan bertolak belakang dengan unsur keTuhan-an yang ada di rahimnya. Di sinilah seorang wanita akan diuji atas ruhaniahnya (akal fikiran dan nafsunya), dengan segala kefitrahan penciptaan manusia yang diamanahkan Allah melalui rahimnya. Jika ada Dzat Yang Maha Suci maka akan ada ujian Duniawi yang kuat di dalam ruhaniah seorang wanita. Itu hukum alam, itu hukum eksak, hukum keseimbangan kehidupan. Jadi jangan heran jika seorang wanita itu identik dengan duniawi, yang indah, penuh keinginan materialisme duniawi.

Nah. karena itulah Allah memberi khalifah bagi seorang wanita itu dengan dipasangkannya seorang pria dalam hidupnya. Karena pria mampu mengedepankan akal fikiran dan ruhaniahnya untuk terus berada di jalan Allah SWT.

Sebagai makhluk yang indah di dunia ini, maka wanita bisa dikatakan sebagai perhiasan dunia. Jadi jangan heran jika wanita akan berkilau dan terus melengkapi dengan atribut keindahan duniawi di dalam ragawinya (fisik diri dan sekitarnya). Nah, pertanyaannya, salahkah wanita demikian? tentu saja tidak, karena itu sudah menjadi fitrah seorang wanita.

Allah itu Maha Bijaksana, karena itulah seorang wanita akan diuji menjadi seorang ibu. Dengan menjadi seorang ibu, maka wanita akan berjuang atas ruhaniah nafsu keduniawiannya menuju keseimbangan dunia akheratnya. Hanya dengan menjadi seorang ibu, maka surga akan melekat di kaki seorang wanita. Bukan sembarang ibu, namun ibu yang mampu menjaga keseimbangan antara fitrah kewanitaannya yang serba materialistis, dengan kasih sayangnya sebagai ibu, serta ketaatannya atas bimbingan petunjuk pria yang menjadi suaminya. Sungguh berat bukan menjadi seorang wanita?
Karena itulah Allah meletakkan surga di bawah telapak kaki seorang ibu yang diridhoi-Nya, bukan di bawa telapak kaki seorang wanita. Jadi, para pria harus menyadari beratnya menjadi seorang wanita, maka bimbinglah dia untuk memahami keseimbangan hidup dunia akherat.

Para pria jangan arogan dengan segala label kekhalifahan yang melekat di dalam dirinya, karena kekhalifahan sejati seorang pria itu diproses Allah selama proses membimbing seorang wanita. Itulah sebabnya Allah memberi ilmu pengertian Islam 50% di pria dan 50% di wanita, dan jika saling berinteraksi dalam mahligai perkawinan sesuai aturan-Nya, maka baik pria maupun wanita akan memiliki dasar ilmu 100% dan berusaha memposisikan dirinya masing-masing di muka bumi ini di hadapan Allah.

#SelfReminder
#Wanita
#Fitrullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar