f11a4da3e827.html

df36a31bf43d
#USDIDRResearch #GlobalResearch #RiilResearch #GlobalSocietyCare #SelfReminder

Search (cari)

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

Riset DM1004 : "Membantu Ibu X, Penderita Diabetes Berat, agar Bisa Berjalan Kembali, dengan Kondisi Bonggol Tulang Femur yang "Baru"., adalah Tantangan Kemanusiaan bagiku"

Sore itu aku bertemu dengan seorang Ibu X. Beliau tampak tergolek lemah, dengan ekspresi wajah yang sedih.
Aku belum tahu ada apa gerangan diriku diundang untuk sharing dengan pihak keluarga. Namun dari kondisi yang tampak di depanku sudah cukup jelas bahwa inilah permasalahannya : bagaimana bisa membuat berjalan Ibu X.

Setelah beramah tamah sebentar, saling memperkenalkan diri, aku pun minta ijin untuk melihat hasil foto tulang yang ada.
Setelah kuperhatikan foto tersebut, tampak bonggol tulang femur sudah diganti saat operasi setahun lalu (dikarenakan patah saat itu). Ibu X menerangkan bahwa penggantian ini adalah permanen seumur hidup.

Di saat itulah aku teringat tentang HIP REPLACEMENT, yaitu penggantian bonggol tulang femur atau tulang paha dengan AMP (Austin Moore Prosthesis)





Mmmh, suatu kondisi yang sangat berat bagiku untuk seorang penderita diabetes berat. Kondisi kaki pun tampak titik-titik hitam akibat diabetes mellitus yang diderita. Membantu ibu X agar bisa berjalan kembali, dengan kondisi bonggol tulang femur yang "baru" adalah tantangan kemanusiaan tersendiri bagiku.

Menurut analisaku saat itu bahwa : "Paska operasi secara umum, jika kekuatan otot baik, butuh kira-kira 2 mingguan untuk bisa berjalan full weight bearing/ menumpu penuh.
Artinya, untuk lepas tongkat hanya perlu keberanian dan latihan fisioterapi beberapa kali.

Akana tetapi, jika kemungkinan terjadi kelemahan dan atrofi (otot mengecil), perlu menjalani fisioterapi. Hal ini diperlukan untuk strengthening, endurance, dan latihan jalan.

Nah, dari sini aku bisa mengambil kesimpulan sedikit bahwa kemungkinan besar si ibu X kurang latihan di saat berbaring, kurangnya latihan fisioterapi, dan dengan otot mengecil serta keadaan diabetes yang dialami, turut memperlambat proses berjalan ibu X tersebut.

Syukurlah, aku jadi mengerti sekarang bahwa dengan memperkuat fungsi kaki, otot, dan memulihkan diabetes mellitus yang diderita ibu X, ditambah beberapa kali latihan fisioterapi setelah pemulihan diabetes yang diderita, insya Allah ibu X akan bisa berjalan kembali. Mohon doa Anda semua untuk kesembuhan beliau.



FITRULLAH, ST
the researcher
DIABETES MELLITUS RESEARCH for GLOBAL SOCIETY CARE

Note: foto diambil dari internet, hanya sebagai ilustrasi semata


Tidak ada komentar:

Posting Komentar