f11a4da3e827.html

df36a31bf43d

Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu

(Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu)

"JAGALAH KERUKUNAN, KEBERAGAMAN, KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA INDONESIA, DIMANAPUN BUMI DIPIJAK."



Ketik topik yang Anda cari di kotak pencarian di bawah ini (www.fitrullah.com)

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

Kebiasaan Genetik Ayam pun mulai Berubah Natural

#RisetUnggas_di_Situasi_Terbatas

Untuk ke sekian kalinya, ayam riset dari blasteran ayam kampung dan ayam kalkun menunjukkan perubahan signifikan untuk pola makannya.

Dari yang pertama sebelum di tangan saya terbiasa makanan pabrikan, maka beberapa hari ini saat saya beri pilihan makanan pabrikan atau daun (kulit buah sejenisnya), mereka lebih memilih makanan daun (kulit buah sejenisnya). Bahkan daun tanaman liar pun disantap dengan lahapnya.

Ini riset penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan (produksi) ayam di situasi serba terbatas.
(fitrullah)

Riset Pisang Goreng Ramah Asam Urat

Produk-produk gorengan seperti pisang goreng sering menjadi momok sebagian masyarakat akan asam uratnya.

Dari rasa penasaran saya, saya berusaha meriset pisang goreng (dengan proses bikin pada umumnya) namun bisa ramah untuk asam urat. Output riset adalah terciptanya pisang goreng natural yang sehat.
(fitrullah)

Riset Singkong di Tanah Tandus Bebatuan

7 Maret 2018:
Saya tunjukkan siang ini, tentang riset saya sesungguhnya di bidang #KetahananPangan, di #TanahTandusBebatuan, dari hanya 1 batang pohon singkong. DONE!

Di luar riset itu, atas berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, dari satu umbi singkong saja, saya bisa mengubah value-nya hingga berlipat kali, dengan apa? Juga dengan riset optimalisasi umbi singkong jadi makanan khusus bergizi tinggi. Tunggu gebrakan saya selanjutnya ya...
:)

atau Program Anti Kelaparan di Afrika/ pengembangan lainnya? mmmh, biar Allah yang mengaturnya nanti kawan :)

#Amarah_Seorang_Penderita_Diabetes_pada_ALLAH_SWT

Hujan deras kala itu tak menyurutkan niat saya untuk menengok seseorang di pinggir sungai. Jalan naik turun berliku yang licin saya lalui dengan hati-hati sambil membawa payung. Teramat banyak yang ingin menemui saya, namun saya lebih menyukai Pelajaran Hidup dari Setiap Kejadian. Itulah mengapa meski berjarak puluhan km, saya penasaran dengan seseorang tersebut yang dikabarkan terkena diabets mellitus akut.

Hanya tulang dan kulit yang saya hadapi. Orang tersebut masih sangat muda, dengan perban di kakinya. Saya amati ada tetesan air yang keluar dari luka yang diperban tersebut. Dia menangis pada saya, saya ingat betul. Denyut jantung dan organ-organ tubuhnya pun nampak di balik tubuhnya yang teramat kurus.
" Saya marah sama Allah mas, mengapa semuda ini saya diberi sakit demikian parah. Hidup saya sudah di ujung tanduk. Saya tinggalkan sholat dan semua doa-doa yang serasa tidak terkabul. Percuma mas", tangis amarahnya meledak-ledak.

Saya terdiam miris mendengarnya dan berkata padanya: "Allah tidak pernah salah dalam segala hal. Manusia hanya mampu memohon ridho-Nya hingga dia menemukan hakekat ujian ini. Diri ini kotor dan bagaimana Cahaya-Nya mampu masuk dalam sanubari diri jika diri sendiri bersikap tidak baik pada Yang Menciptakan? Sadarkah mas jika ini semua ujian agar diri tulus dalam berdoa dan sholat? Sholat lah dan terus memohon ridho-Nya. Istighfarlah demi kesucian hati dari Cahaya-Nya."

Kemudian meledaklah tangis pilunya dengan segera bersujud menghadap  kiblat sekian detik itu jua.

Sungguh hanya Allah yang mampu membuka hati  hamba-Nya.
(fitrullah)

Rasa_Syukur_berawal_dari_diri_sendiri

Lumpuh, tak bisa bergerak sama sekali. Saya ingat saat bertemu dengannya.
Menangis, takut akan lumpuh selamanya. Saya bilang padanya agar instropeksi diri atas sikap dan perilaku yang berlebihan selama ini. Iya, sudah kapok berlebihan selama ini dan akan merevisi semuanya. Saya tersenyum dan paham akan bagaimana nantinya.
Ketika sudah mulai sehat, suatu ketika berkeluh pada saya linu sekujur tubuhnya. Dan saat kami bertemu, dia mengaku mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi. Saya perhatikan dia kesakitan dan hampir lumpuh kembali.

Saya tersenyum dan katakan padanya: " Manusia di kala terjepit, dia akan seolah-olah mau berubah. Namun sejatinya dirinya tahu secara nurani hal-hal berlebihan sesudah sembuh. Di manakah letak janji itu sendiri? Allah Maha Mengetahui setiap detil instropeksi diri umat-Nya. Masihkah menyalahkan Allah, darimana datangnya ujian-Nya? Hal itu bisa diketahui dari dirinya sendiri. Hanya orang-orang yang beriman yang memahami bagaimana instropeksi diri itu dilakukan, karena semata ridho-Nya bukan semata untuk sembuh. Karena yang lebih penting adalah mendudukkan diri di bawah Kuasa-Nya. Pahamilah itu dahulu sebelum berikhtiar kesembuhan". Dan segera saya berlalu darinya.

Hanya sedikit manusia yang mengharap ridho-Nya secara tulus atas setiap kejadian, dengan instropeksi diri secara menyeluruh.
(fitrullah)

Hakekat Sebuah Penyakit menurut saya

Itulah Mengapa Saya Suka Menolong Orang-orang Jujur yang Bermartabat tanpa pandang bulu.

Tempo hari, seperti biasa jika kesembuhan datang dari hal-hal yang tidak masuk akal, karena jelas dari Kekuasaan Allah semata, dari bengkak penderita kanker payudara yang mulai mengempis bengkak lengannya hingga syaraf terjepit seorang anak bertahun lamanya.

Bengkak akibat merambatnya kanker di area pembuluh getah bening ini teramat sulit untuk mengempis secara umum, dan di situlah sebagian masyarakat yang menyaksikan itu seolah berbondong untuk menyembuhkan dirinya masing-masing. Nggak tanggung-tanggung malah akan membawa sekian banyak teman-temannya untuk berobat. Hal yang sudah biasa saya temui dan selalu demikian. Dan pastinya akan saya tolak halus.
Selalu saya katakan: "Bukankah di awal selalu saya katakan bahwa penyembuhan itu karena Allah semata? Saya banyak dusta dan jangan dipercaya. Justru kepercayaan Anda seperti ini (dengan membawa sekian banyak orang ke saya) itu bukti bahwa Anda belum memahami hakekat penyakit. Penyakit itu tidak akan pernah disembuhkan jika Anda masih menakar berat ringannya penyakit tanpa mendudukkan diri nol kehadirat Allah SWT. Penyakit itu ujian bukan sekadar untuk disembuhkan.
Jika Anda hanya fokus pada penyembuhan tanpa instropeksi atas segala khilaf diri atas ketentuan Allah SWT, maka merugilah diri atas ujian itu. Memandang penyakit itu sebuah aib yang harus disingkirkan (dengan cara usaha pengobatan ke mana-mana) tanpa merenung sekaligus berusaha mengenal Kekuasaan Allah SWT itu sama halnya Anda belajar untuk tidak bersyukur."

Tiada satupun salah penyakit itu hadir di diri seseorang sepengalaman saya tanpa sesuatu yang berlebih-lebihan yang dilakukan sebelumnya, entah itu makan berlebihan, pola hidup berlebihan, iri dengki, kemarahan berlebihan, arogan, dan lain sebagainya. Selalu yang bersifat berlebih-lebihan. Ini jumawa, sombong atas ketentuan Allah SWT untuk bersifat bersahaja, secukupnya saja, sesuai manfaat.
Nah bagaimana bisa sebuah penyakit yang hadir dari sifat-sifat berlebihan ini dengan mudahnya minta disembuhkan tanpa satupun menyadari hakekat dari penyakit itu sendiri?
Bersyukurlah Allah masih sayang pada kita dengan menghadirkan penyakit sebagai bahan koreksi diri.

Jujurlah pada diri sendiri, akui segala khilaf apapun itu. Kejujuran sesungguhnya akan diuji seiring berjalannya waktu, bukan atas dasar ucapan semata karena ucapan itu penuh dusta. Merenunglah atas semuanya agar cahaya Tuhan sudi mampir di kalbu yang sakit. Jika cahaya ini mampir, niscaya segala penyakit akan sirna walaupun seolah tidak mungkin disembuhkan.

FITRULLAH

"JIKA"Janji Seribu Janji Terucap.

Yang seolah-olah Nyata itu akan Semu jika Sudah mendapatkan Keinginannya dan Melupakan janjinya pada Nuraninya. Di situ aku Banyak Belajar Hidup.

"Percayalah mas fit, jika saya sembuh maka saya akan menyumbangkan pada Yatim Piatu dan sejenisnya minimal separuh dari uang yang seyogyanya saya gunakan untuk operasi ini." Aku hanya tersenyum.

"Iya, mudah-mudahan saya dapat memberikan 10% dari pendapatan saya untuk kemanusiaan sesuai ridho-Nya, jika saya berhasil mendapatkan penghasilan dari usaha saya ini". Aku juga hanya tersenyum.

"Saya akan banyak membantu masyarakat sesuai saran mas fit, jika saya diajari ilmu syaraf". Sekali lagi aku pun tersenyum

"Saya akan membahagiakan suami saya, dan akan berusaha menerima dia (suami saya) dengan segala kekurangannya, jika saya mulai sembuh dari penyakit ini". Aku tetap tersenyum.

dan lain sebagainya....

Janji seribu janji terucap.
Demi sebuah tujuan yang seolah mulia.
Tatkala semua terengkuh di tangan,
di situlah lupa dipuja.
Sesungguhnya tujuan itu bukan bisnis dengan Sang Pencipta.
Tujuan adalah sebuah ujian dan bukan sebuah ikatan sebab akibat dari ujian itu sendiri.
Tugasku hanya mengingatkan di awal bahwa: Janji adalah tanggungjawab diri sendiri pada Yang Maha Kuasa. Percayalah bahwa untuk mencapai suatu tujuan yang diawali dengan kata "JIKA" maka peluang untuk terlaksananya janji itu sangat minim. Itu yang sering kutemui.

Karena itu, sebuah parameter yang baik adalah instropeksi diri atas setiap ujian pada diri masing-masing, Tiada manusia sempurna satupun, karena manusia penuh dengan khilaf. Karena itu jika sebuah ujian itu datang dari sisi-Nya, berarti Tuhan ingin membuat seseorang itu menjadi lebih sempurna dari sebelumnya. Jika di saat ujian itu datang dan diri terlanjur berjanji untuk bisa keluar dari ujian-Nya, maka manusia tersebut sama sekali belum menyadari hakekat Pencipta dan yang dicipta. Belum menyadari ridho Pencipta atas yang dicipta. Belum menyadari Kekuasaan Pencipta atas yang dicipta, dan juga belum menyadari Proses dari Pencipta untuk yang dicipta.

Sesungguhnya ujian itu adalah proses untuk menyempurnakan zat asal. Tiada mungkin segenggam padi akan protes saat dipukul-pukul ke alu dan berjanji akan menjadi lebih baik jika tidak dipukul-pukul di alu. Tiada mungkin sebutir beras itu berjanji untuk menjadi beras yang baik jika behasil keluar dari godokan beras di atas bara api. Dan tiada mungkin sebilah besi akan berjanji menjadi besi yang baik jika dapat keluar dari pukulan bara api sang pandai besi...

Ya, janji itu adalah sebuah fatamorgana jika tanpa kesadaran ridho-Nya. Sebuah ungkapan sesaat saat ujian itu didapat. Untuk menjadi sebutir beras yang bagus, segenggam padi haruslah dipukul-pukul ke alu dan ini sakitnya luarbiasa. Untuk menjadi nasi yang baik, maka beras pun harus melalui proses didih yang menyakitkan. Begitu juga besi yang ditempa seorang pandai besi untuk bisa menjadi senjata yang mashyur.

Semua sudah ada ketentuan-Nya dalam setiap ujian yang diterima. Kesadaran diri atas ujian tersebut dan selalu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala iradat-Nya adalah yang terpenting. Bersyukur atas segala ujian yang datang dan biarlah Tuhan sendiri yang akan memutuskan akhir dari ujian tersebut. Rasa syukur itulah yang akan membuahkan kebaikan bagi diri sendiri dan untuk alam secara umum. Wallahu alam.

FITRULLAH

Ketika Dini Hari ini menjadi Saksi....

https://youtu.be/XvqZWapqwFM

RISET OPTIMALISASI AYAM DARI SEDIKIT PEKARANGAN SEADANYA.

Yg menyenangkan itu adalah ayam2 sudah mulai bertelur dan ada yang menetas!
Dengan pakan hanya segenggam nasi sisa maka semuanya berkembang baik.

Besok mulai implementasi anakan ayam kalkun, yang metodenya juga sedikit pakan namun optimal pertumbuhannya. Semuanya natural. Saya pingin tahu seberapa cepat besar kalkun2 saya nantinya.
Saya ditawari anakan kalkun jenis royal yg besarnya nanti bisa bernilai Rp 400 ribu lebih. 
Riset itu adalah mampu mengukur efisiensi semuanya namun optimal. Bisakah anak kalkun mengalami pertumbuhan cepat natural? Ini tantangan juga.

#Note: gambar dari internet, sebagai ilustrasi.

RISET_SOLUSI_PENCEMARAN_AIR:


Begini kondisi tumbuhan di lokasi pencemaran air (oleh solar) selama proses perjernihan air tercemar, secara alami! Tampak mata-mata tunas mulai bisa merespon baik untuk air yang mulai jernih!


Salah Satu Hasil Riset saya: Desain dari Prototype Mesin Telur aneka rasa

Ini desain dari Prototype Mesin Telur aneka rasa yang pernah saya bikin. Prototype berhasil menghasilkan telur puyuh rasa-rasa.
Segmentasi pasar: anak-anak penyuka telur puyuh.
#InovasiituSimpel

Terus Berkarya....


Undangan mendarat: Rome, Italy.





Undangan demi undangan terus berdatangan, dari berbagai penjuru dunia. Namun hanya Allah SWT-lah yang Maha Mengetahui yang terbaik buat saya dalam melangkah. Meski terlihat baik menurut saya, belum tentu baik menurut Allah. Yang baik akan didekatkan Allah, yang buruk akan dijauhkan oleh Allah jua, karena Dia Maha Benar, Maha Kuasa atas Seluruh Kejadian. Itu prinsip yang terpenting dalam hidup.

Riset Ketahanan terhadap Perubahan Lingkungan: Pewarna Alami ini tidak Beku meski di-freezer


Jika sebuah materi bisa dikondisikan tahan terhadap perubahan lingkungan sekitarnya, maka di situlah saya optimis bahwa Sistem Pertahanan Diri Materi tersebut mulai terbentuk.

Arsip Blog