f11a4da3e827.html

df36a31bf43d

Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu

(Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu)

"JAGALAH KERUKUNAN, KEBERAGAMAN, KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA INDONESIA, DIMANAPUN BUMI DIPIJAK."



Ketik topik yang Anda cari di kotak pencarian di bawah ini (www.fitrullah.com)

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

Tidak Perlu Meraba-raba Masa Depan Seseorang, karena Hal itu Bisa diketahui Saat ini Juga!

Satu persatu saya meriset tentang masa depan seseorang.
Hubungan kesuksesan seseorang itu dengan realita saat ini yang dilakukannya.

Sekian ribu saya memperhatikan kejadian di masyarakat, saya belajar tentang masa depan seseorang secara ilmiah, bukan ramalan semata.
Ya, jika seseorang itu masih yakin akan masa depannya atau galau akan masa depannya ataupun masih kira-kira akan masa depannya, 
KETAHUILAH DARI PENGALAMAN SAYA MELIHAT DAN MERISET KEJADIAN DI MASYARAKAT DI BERBAGAI TEMPAT YANG BERBEDA, DARI SEKIAN RIBU KEJADIAN YANG SAYA AMATI:

" BAHWASANYA SUKSES ATAU TIDAKNYA MASA DEPAN SESEORANG ITU, DAPAT DIKETAHUI PASTI DARI SIKAP PERBUATANNYA SAAT INI. 
JIKA DALAM KESEHARIANNYA, SESEORANG ITU BERSIKAP SOMBONG, TIDAK MAU MENGHORMATI, DAN TIDAK PEDULI AKAN SEKITARNYA PADA ORANG YANG MEMBUTUHKAN, TERUTAMA PADA ORANG-ORANG YANG LEBIH TUA DARIPADANYA, DAPAT DIPASTIKAN MASA DEPANNYA TIDAK AKAN PERNAH SUKSES!"


fitrullah
Global Society Care
www.fitrullah.com

Seorang Manusia terkadang Tidak Menyadari, Tidak mau berkorban atas dirinya, untuk Meninggalkan Sejenak Lingkar Kebiasaannya, menuju Ketenangan Ruhani yang Hakiki, mencoba untuk Mendekat pada Pusat Pusaran Waktu.

Dalam sebuah pusaran, tersebutlah bahwa area yang sangat labil adalah area yang semakin jauh dari pusaran.
Area yang sangat tenang dalam sebuah teori pusaran adalah area pusat pusaran.

Artinya: semakin jauh dari titik pusat pusaran, maka makin besar pula gaya gesek yang dialami partikelnya, begitu pula sebaliknya.

Jika seorang manusia berada makin jauh dari pusat pusaran, maka makin kencang gesekan yang dialaminya, makin kencang perputaran dirinya dalam melingkari pusat pusaran.

Dunia ini sangat cepat berputar. Memabukan bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Haru dinamika dan berbagai suka duka dalam kehidupan dunia, sangatlah cepat dan bermilyar ragamnya. Sungguh cepat tak terkira.
Menurut pusaran waktu, seorang manusia hendaknya "bersedia" ketika Sang Khalik meletakkan dirinya keluar dari lingkaran terjauh dari pusaran waktu, menuju pendekatan pada pusaran waktu. Bayangkan saja sakitnya manusia, ketika dia harus keluar sejenak dari lingkaran kebiasaannya menuju lingkaran yang lebih dekat dengan pusaran waktu, yang notabene di luar lingkaran kebiasaannya.
Di saat seorang manusia "meloncat/dipaksa" oleh Sang Khalik, maka serasa enggan untuk keluar dari lingkaran kebiasaannya semula. Manusia cenderung enggan "berpisah sejenak" dari lingkaran semula. Padahal semakin menuju pusaran, makin tenang seorang manusia dalam berjalan atas waktu

Seorang manusia terkadang tidak menyadari, tidak mau berkorban atas dirinya, untuk meninggalkan sejenak lingkar kebiasaannya, menuju ketenangan ruhani yang hakiki, mencoba untuk mendekat pada pusat pusaran waktu. Takut meninggalkan kecepatan lingkar yang dilaluinya, kecepatan lingkar suksesnya, kecepatan lingkar kehidupannya.

Padahal sesungguhnya, manusia membutuhkan ketenangan ruhani yang hakiki, yang jauh dari lingkar hingar bingar kehidupan, agar kehidupan bisa selaras.
Keluar menjauh dari pusat pusaran waktu pun sangat tidak baik. Karena "eksitasi" ini dapat melempar seorang manusia dari fitrah waktunya. Meskipun energi yang dihasilkan sebesar energi atom pun, namun energi menuju pusat pusaran jauh lebih besar lagi.
Inilah pengorbanan seorang manusia dalam mempertahankan eksistensinya dalam kehidupan ini. Pengorbanan dalam mencoba mendekati pusat pusaran waktu, mencoba mencapai ketenangan dalam pusaran waktu yang luarbiasa ini.

Jika setiap manusia dapat mengikuti pola pendekatan ke arah pusat pusaran waktu, maka akan damai sentosa peri kehidupan ini. Manusia akan menyadari arti dirinya dalam kehidupan ini, dapat menyadari setiap maksud Tuhan dalam segala lini kehidupannya, sehingga menghasilkan manusia-manusia yang bijaksana dalam kehidupan.

Sesungguhnya Sang Waktu diciptakan tidaklah selain untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan untuk makin menjauh dari-Nya.

#Wallahualam

fitrullah

catatan: gambar diambil dari internet sebagai ilustrasi semata.