f11a4da3e827.html

df36a31bf43d

Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu

(Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu)

"JAGALAH KERUKUNAN, KEBERAGAMAN, KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA INDONESIA, DIMANAPUN BUMI DIPIJAK."



Ketik topik yang Anda cari di kotak pencarian di bawah ini (www.fitrullah.com)

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

Sejauh Saya Memandang, hanyalah Instropeksi Diri yang Sungguh-Sungguh, yang menyebabkan seseorang itu Sembuh dari Penyakit Ganas Sekalipun.

 
(keterangan: gambar diambil dari http://the-friendkerz.blogspot.co.id, sebagai ilustrasi semata)
 
 
Tubuh manusia adalah fitrah yang baik. Unsur-unsur tubuh pun sedemikian bagusnya, saling menopang antar organ di dalamnya, mulai jantung, hati (liver), pankreas, ginjal, dan lain sebagainya.
Setiap saat berdenyut, memompa aliran baik ke segenap bagian tubuh manusia. Karena itulah manusia bisa beraktivitas dengan segala akal fikirannya selama di dunia.
Pengendali fungsi tubuh sehingga dapat terus berfungsi baik (normal) adalah pancaindera manusia sendiri, mulai mulut, kulit, mata, hidung, dan telinga, Di kelima indera inilah pintu masuk segenap unsur makanan minuman, suara, rasa, penglihatan, bau ke dalam tubuh manusia. Dan kelima indera ini dikendalikan oleh akal fikiran, nafsu, dan sanubari manusia. Akal fikiran, nafsu, dan sanubari inilah yang menjadi motor pengendali utama untuk kelima pancaindera manusia.

#Buktikan saja semisal: umbar makan minum apapun tanpa seleksi sehat atau tidak, mengabaikan rasa kenyang sekalipun, niscaya beberapa bagian tubuh kita akan merasakan tidak enak bahkan sakit saat itu atau di kemudian waktu.

#Buktikan saja semisal: telan semua omongan orang, baik buruk ataupun tidak, masukkan ke hati tanpa penyaringan satupun, niscaya tubuh kita akan merasa tidak enak bahkan sakit di bagian tubuh tertentu.

#Buktikan saja semisal: sentuh semua hal-hal yang beracun, yang dilarang agama, hal-hal yang diluar batas kewajaran (panas/ dingin/ membahayakan), niscaya kulit dan beberapa bagian tubuh kita akan merasakan tidak enak atau bahkan sakit di kemudian waktu.

#Buktikan saja semisal: umbar bicara kita tanpa filter kata-kata baik, yang keluar hanya kata-kata negatif, benci, amarah, dan lain-lain negatif, niscaya beberapa bagian tubuh kita akan merasakan tidak enak atau bahkan sakit di kemudian waktu.

dan lain sebagainya.....

Mengapa kita merasa tidak enak, tidak nyaman, bahkan sakit beberapa bagian tubuh kita saat itu atau di kemudian waktu? tidak lain dan tidak bukan karena kita telah meletakkan akal, fikiran dan sanubari kita jauh di bawah telapak kaki kita dan nafsu terumbar bebas tanpa sekat pengendali seluruh pancaindera kita.

Sejauh pengalaman saya selama ini, dari desa hingga perkotaan, dari masyarakat berbagai golongan, baik muda/ tua, baik pria/ wanita, atau yang dianggap masyarakat pinggiran hingga masyarakat elit sekalipun, hal-hal di atas menjadi faktor utama ada tidaknya penyakit itu hinggap di tubuh seorang manusia tanpa pandang bulu.

Akal fikiran dan sanubari adalah kontrol nafsu atas seluruh pancaindera manusia. Untuk bisa lepas dari sebuah penyakit ganas sekalipun maka akal fikiran yang dituangkan dalam bentuk ikhtiar (usaha) yang didasarkan sanubari (petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa), sehingga melahirkan kontroling nafsu adalah kunci kesembuhan sebuah penyakit ganas sekalipun.
Jika akal fikiran dan sanubari ini dialiri oleh Dzat Tuhan Yang Maha Dashyat, maka manusia akan memiliki kesadaran diri atas nafsu selama ini sehingga mampu untuk instropeksi diri dan memiliki kontrol penuh atas nafsu itu sendiri.

Karena itulah kesembuhan itu datangnya dari sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia hanya diharuskan mengkondisikan dirinya untuk sepenuhnya paham akan akal, fikiran, nafsu, dan sanubarinya untuk selalu dekat dengan Dzat-Nya Yang Maha Agung, karena segala sesuatu yang berlebihan itu sungguh tidak baik.
Saya masih belajar dan belum tentu benar, karena itu mohon maaf jika ada kekeliruan dari semua postingan saya di atas jika kurang berkenan, karena hanya Tuhan Yang Maha Kuasa sumber kebenaran itu sendiri.

 
Fitrullah
Global Society Care
www.fitrullah.com



JANGAN MUDAH BERPUTUS ASA, SESUNGGUHNYA ALLAH SWT ITU MAHA KUASA.

Dalam perjalanan hidup saya selama ini, di  manapun kita berada dan bernafas, maka jika kita meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT itu ada dengan segala Kekuasaan-Nya.

Dengan METODOLOGI ILMU PENGETAHUAN SYARAF atas ijin-Nya jua, maka segalanya mungkin saja terjadi. Tanpa ijin-Nya maka semua tidak mungkin terjadi.

Maha Besar Allah atas segala Kuasa-Nya.

fitrullah
Global Society Care

Catatan:
#diposting sebagai motivasi untuk kita semua bahwasanya Allah SWT itu Maha Segalanya. Dengan iringan doa yang tiada putusnya, maka manusia wajib ber-ikhtiar seoptimal mungkin, pantang putus asa, mau melakukan instropeksi diri atas segala dosa yang dilakukan dengan setulus-tulusnya.
Tiada satupun manusia di dunia ini yang sempurna, karena manusia itu penuh dengan khilaf dan dosa selama hidupnya. Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya.

#Sesungguhnya penyakit itu diujikan pada setiap insan manusia tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk menjadikan manusia tersebut menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

#Mari kita ringankan suka duka saudara kita dengan apa yang bisa kita lakukan masing-masing, seoptimal kita bisa lakukan, tanpa mempedulikan suku, agama, ras, dan golongan, secara tulus ikhlas.

Atas ridho Allah SWT, Kupersembahkan Kembali ini semua untuk-Mu semata.


#Manusia terlahir di dunia agar memiliki manfaat bagi kehidupan.
#Manusia menghirup udara di dunia tak lebih selain untuk beribadah kepada-Nya.
#Menggunakan akal fikiran dan nurani hanya untuk bisa berbuat terbaik bagi kehidupan, itu mutlak.
#Lakukan saja sebisa kita, setulus kita, semampu kita untuk memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
#Langkah satu detik ini dapat membuka sejuta langkah ke depan,
karena itu Lakukan saja asal bermanfaat semampu kita.
#Aku pun masih belajar kehidupan, dan belajar itu tiada pernah berakhir, agar seoptimal mungkin memahami kewajibanku di dunia ini atas ridho Allah SWT.

FITRULLAH

Global Society Care (asam urat): Akhirnya Kadar Asam Urat yang Bertahan di area 10 pun menuju Normal!

Seseorang anggota masyarakat sebut mr GY bercerita padaku tentang masalah asam uratnya yang bertengger di angka 10. Akibat keadaan ini, bertahun-tahun dia mengalami bengkak di kaki dan beberapa bagian tubuhnya, juga rasa sakit.

Setelah kuberi saran, akhirnya kadar asam urat mr GY berangsur turun menjadi sekitar 8 minggu lalu dan sekitar 6 untuk kemarin.
Mr GY pun merasa membaik dari bengkak dan rasa sakitnya selama ini.

Semoga mr GY menuju kesembuhan ke depan atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.

FITRULLAH
Global Society Care

Global Society Care: Kesembuhan itu dari sisi-Nya dan atas Karunia-Nya pula Kesembuhan itu dapat terjadi meski misal Penyakit itu dikenal Tiada Obat Sekalipun.


 Dudukkan dulu permasalahan. Buka hati kita dan jujurlah pada diri sendiri, apa diri kita ingin sembuh atau tidak. Sampai di titik ini pun belum cukup, karena akan diuji atas keridhoan Allah SWT.

Banyak anggota masyarakat yang berusaha saya sadarkan bahwa sembuh bukanlah tujuan utama dari ujian penyakit yang diberikan Allah padanya. Ada tujuan Allah yang jauh lebih besar selain daripada sembuh, yaitu SEBUAH PROSES UNTUK MERUBAH DIRI MENJADI LEBIH BAIK.
Sepengalaman saya dalam membantu masyarakat yang tersebar seluruh Indonesia, masyarakat cenderung memiliki tujuan sembuh semata tapi melenakan INSTROPEKSI DIRI MENJADI LEBIH BAIK.
Sungguh Allah tiada pernah salah dalam memberi ujian penyakit atas tiap insan yang dikehendaki-Nya, dan saya pun melihat selalu ada yang salah di tiap individu penderita sakit. Hal itu bisa dari sikap berlebihan atas konsumsi makanan, gaya hidup berlebihan, sikap sombong, pembenci, dan lain sebagainya.

Tiada ilmu pengobatan yang sempurna di muka bumi ini, karena semua ilmu pengobatan hanyalah sebatas sarana. Ilmu herbal dan sejenisnya pun demikian, tiada yang sempurna. Jadi jika ada kesombongan, angkuh tanpa menundukkan diri atas ridho Allah SWT dalam proses penyembuhan penyakit, itu sama saja tidak menyadari arti penyakit yang ditimpakan atas insan bersangkutan.
Jangan percaya saya tapi telaah seluruh perkataan saya untuk dapat keluar dari penyakit ini, karena yang paling benar adalah segala sesuatu yang berasal dari sisi-Nya, Tuhan Semesta Alam.

Manusia itu banyak salah dan dosanya, jadi jika sebuah pengobatan itu melalui perarntara seorang manusia maka seharusnya jiwa hatinya haruslah bersih dari sifat-sifat penguasaan materi duniawi. Tidak boleh seorang manusia satupun yang menjanjikan sembuh, karena sejatinya manusia itu tugasnya hanyalah berusaha sedang perkara hasil itu menjadi hak prerogatif Tuhan, bukan rana manusia. 
Kesembuhan itu dari sisi-Nya dan atas karunia-Nya pula kesembuhan itu dapat terjadi meski misal penyakit itu dikenal tiada obat sekalipun. Tiada yang tidak mungkin bagi Allah jika sudah berkehendak. Nah di sinilah manusia diuji saat Allah berkehendak, apakah manusia tersebut memiliki kehendak (nafsu) berlebihan atas kemampuan pengobatan? Jika ini terjadi, maka kehendak Allah yang Maha Suci tidak akan pernah mengalir ke hati sanubari manusia yang penuh nafsu tersebut. Karena itulah instropeksi diri itu menjadi utama, setulus-tulusnya, dan totalitas untuk berubah menjadi jauh lebih baik.

Bersabarlah atas ujian penyakit yang dihadapi. Pandang ujian tersebut dengan kasih sayang bahwa Allah masih memiliki sayang pada diri kita. Sesungguhnya perubahan jiwa sanubari adalah yang utama dalam proses kehidupan di muka bumi ini. 
Itulah yang selalu kukatakan kepada siapapun penderita sakit yang menemuiku untuk berdiskusi solusi kesembuhan : Peganglah Tuhan Semesta Alam, tiada yang lain.


FITRULLAH
Global Society Care

IDE SAYA: PROGRAM OPTIMALISASI PEKARANGAN untuk Efisiensi Kebutuhan Hidup Sehari-hari dengan RISET

#Program_optimalisasi_pekarangan_untuk_efisiensi_kebutuhan_hidup_sehari2_dengan_RISET



Meskipun saya ambil terus barusan untuk lalapan, sayur ini tidak pernah habis.
Saya bisa irit Rp 50.000,-/ hari.
Dengan optimalisasi halaman yg sempit, maka Rp 1,5 juta/bulan bisa diirit. Setahun irit Rp 18 juta!
Jika 3 tahun saja sudah irit Rp 54 juta.
Itu hebatnya manajemen riset.

#Anggap saja jumlah penduduk Indonesia 250 juta jiwa, ambil 1% saja misal 2,5 juta jiwa.
2,5 juta jiwa x Rp 18 juta/tahun = Rp 45.000.000.000.000,- (Rp 45 trilyun)/tahun.
Jadi kita hemat Rp 45 trilyun/tahun (untuk 1% penduduk Indonesia)!

***Nah, kuncinya adalah OPTIMALISASI PEKARANGAN untuk 1% total warganegara.
Nah agar optimal maka perlu riset agar bisa optimal untuk kebutuhan sehari2 (mencapai target irit Rp 50.000/hari).

Atau kita balik: Misal hasil keluarga per pekarangan itu dijadikan pangan lokal, maka Rp 45 trilyun/tahun akan beredar di masyarakat. LUARBIASA!

#Program_optimalisasi_pekarangan_untuk_efisiensi_kebutuhan_hidup_sehari2_dengan_RISET

HIDUP ITU BELAJAR: Dia pun berkata pada saya: “Saya sekarang sadar mas fitrul bahwa Allah melalui mas fit, sudah merubah hidup saya hingga saya sekarang ini merasa percaya diri dan berusaha untuk berbuat baik untuk diri saya, keluarga saya, dan masyarakat sekitar saya."

 #Ditulis sebagai pengingat saya pribadi (SelfReminder) untuk bisa terus instropeksi diri#

 (keterangan: gambar diambil dari kaskus, sebagai ilustrasi semata)

" Ya, saya ingat dia, seorang yang tidak begitu dipandang orang lain, orang pinggiran, kurang terdidik, bekas anak jalanan, namun menjelma menjadi sosok yang baik dan santun, sudah terangkat derajatnya dan mampu berkeluarga dan memiliki rumah."

=================================================================== 

Sering saya ditanya oleh beberapa orang: ” Apa masnya nggak khawatir jika tidak mendapat uang dari kegiatan membantu orang-orang tersebut? Kan secara fisik, fikiran, dan biaya sudah dikeluarkan untuk membantu mereka.
 
Saya pun menjawab: ” berarti Anda belum paham apa yang saya lakukan ini di www.fitrullah.com. Saya melakukan di www.fitrullah.com memang hanya ingin berbuat terbaik apa yang saya bisa, semampunya saya. Seluruh society care saya di www.fitrullah.com tidak pernah meminta apapun, karena biar Allah yang mengaturnya, tiada keraguan sedikitpun di hati saya akan hal itu, seikhlasnya, semampunya, tidak perlu memikirkan saya, karena saya melakukan itu semua hanya demi mengharap ridho-Nya semata, kewajiban saya untuk masyarakat dan bangsa saya. Jadi www.fitrullah.com adalah dedikasi saya untuk membantu semampu saya untuk masyarakat.
————————————————————————
“Jadi www.fitrullah.com adalah dedikasi saya untuk membantu semampu saya untuk masyarakat.”
————————————————————————
“Sudah banyak yang mengatakan bahwa apa yang saya lakukan seharusnya bernilai materi luarbiasa. Saya pun hanya tersenyum mendengarnya. Iya, saya paham itu, namun melihat mereka berjuang dan saat saya mendampingi agar mereka mampu keluar dari penderitaan sakitnya adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Sering kok saya menginap hanya untuk menemani/ menjaga/ memberi semangat beliau-beliau agar tidak putus asa terhadap sakitnya.
Hujan, badai, petir menyambar di depan saya di tengah hujan pun sering saya lalui. Ya, saya bisa kuat karena saya merasa harus melakukan sesuatu untuk mereka yang membutuhkan. Jiwa saya merasa terpanggil untuk bisa berbuat seoptimal mungkin.”
 
Pernah suatu hari sepeda motor saya mogok di tengah jalan dan dengan terpaksa saya pun menuntunnya (tidak bisa saya utak utik lagi karena mogok total).
Anda tahu? tiba-tiba setelah menempuh 200 meter an, saya pun disapa oleh seseorang yang saya agak lupa. Orang itu pun menghampiri saya dan menawarkan untuk menuntun sepeda motor saya: “Biar saya yang mengurus sepeda motor mas fitrul, mas fitrul silahkan pakai sepeda motor saya ini.”
Saya pun menjawab: ” Lho, bagaimana Anda pulang ke rumah? nggak lah mas, biar saya sendiri yang tuntun sepeda saya hingga bertemu tukang service terdekat. Sudah gpp, sudah biasa, ini ujian saya”
Orang itu pun setengah memaksa dengan sopan pada saya, “Gak apa-apa mas fitrul, sudah, ini stnk saya, sepeda motor saya dipakai saja, biar jenengan nggak kecapaian, bisa pulang kembali ke rumah, karena masih banyak yang membutuhkan jenengan mas. Sudah jangan fikirkan saya mas”, katanya sambil tersenyum.
 
Ya, Allah, terharu saya mendengarnya, melihat dia bersedia dengan ikhlasnya menuntun sepeda motor saya hingga menemukan tukang service terdekat (entah berapa jauh jaraknya dari tempat kami bertemu tersebut, saya kurang begitu paham).
Ya, saya ingat dia, seorang yang tidak begitu dipandang orang lain, orang pinggiran, kurang terdidik, bekas anak jalanan, namun menjelma menjadi sosok yang baik dan santun, sudah terangkat derajatnya dan mampu berkeluarga dan memiliki rumah. Tidak saya sangka jika derajatnya diangkat Allah setelah pertemuan saya terakhir dahulu di saat dia bukanlah apa-apa.
Hal-hal seperti inilah yang membuat saya terkagum-kagum atas Kekuasaan Allah SWT hingga kini.
 
Dia pun berkata pada saya: “Saya sekarang sadar mas fitrul bahwa Allah melalui mas fit, sudah merubah hidup saya hingga saya sekarang ini merasa percaya diri dan berusaha untuk berbuat baik untuk diri saya, keluarga saya, dan masyarakat sekitar saya. Saya menuntun sepeda motor mas fit itu kebahagiaan saya yang mungkin tidak bisa membalas semuanya. Ayo mas, mampir ke rumah saya, makan di rumah saya, jenengan sudah menuntun jauh sekali dan butuh istirahat, monggo mas”.
 
Anda tahu, saya pun meneteskan air mata mendengar dan melihat ekspresi tulusnya. Ya, Allah, Engkau benar-benar Maha Besar, Maha Kuasa lagi Maha Penyayang.
 
Anda tahu? Hal-hal seperti di atas itulah yang membuat saya yakin bahwa jangan pernah Anda fikirkan materi atas semua tindakan Anda, yang penting bermanfaat untuk orang lain itu sudah cukup. Allah Maha Mengetahui kebutuhan kita, sudah ditakar Allah, hanya tinggal kita sendiri saja yang harus memahami Sunatullah-Nya atas seluruh kehidupan semesta alam.
 
#Bahwasanya Hidup itu adalah belajar dan terus belajar tentang kehidupan, tiada pernah berakhir meski mendekati kesempurnaan yang kita anggap sempurna. Mengapa? karena tiada kesempurnaan itu bisa melekat di diri manusia, hanya Allah SWT yang Maha Sempurna. Ya, Hanya DIA semata.
 
FITRULLAH
Global Society Care
 
(note: dialog di atas terkadang dalam bahasa Jawa dan saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia semirip mungkin yang saya ingat)