f11a4da3e827.html

df36a31bf43d

Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu

(Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu)

"JAGALAH KERUKUNAN, KEBERAGAMAN, KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA INDONESIA, DIMANAPUN BUMI DIPIJAK."



Ketik topik yang Anda cari di kotak pencarian di bawah ini (www.fitrullah.com)

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

KEARIFAN SEJATI adalah MEDIA PENYAMPAIAN KEBENARAN SEJATI dari OLAH BANYAK MENDENGAR

Jangan terlena dengan yang ada. Kelak semua akan terjawab seiring berjalannya waktu, tentang kebenaran, tentang keadilan, dan tentang kearifan dalam hidup.
Mendengar itu ilmu yang sungguh sulit dibanding berbicara, karena mendengar membutuhkan pengendalian nafsu pembenaran diri sendiri.

Ya, benar pesan Beliau yang kuhormati nun jauh di sana tentang Mendengar. Bahwasanya mendengar adalah sebuah riset kehidupan yang harus dilalui.
Adanya perbedaan di semua lini kehidupan manusia, dengan beragam ujian masing-masing, karakter dan sifatnya, juga kehidupan yang dilaluinya masing-masing manusia, maka Mendengar adalah sebuah kata yang sungguh bermakna.

Kebenaran sejati itu memang ada, yang hanya diketahui oleh Dzat-Nya Yang Maha Tinggi.
Jikalau kebenaran sejati ini turun pada hamba-Nya yang diridhoi-Nya, maka kebenaran sejati ini akan mampu merangkul semua lini perbedaan yang ada di masyarakat, dengan cara kearifan, kebijaksanaan, dan kesabaran.

Berbicara kebenaran pun sering kandas di tengah jalan. Karena apa? karena tidak sinkron dengan kemajemukan masyarakat yang ada. Di sinilah pentingnya Mendengar.
Dengan banyak mendengar, maka akal fikir kita sebagai perantara penyampai kebenaran sejati itu akan mampu ditempatkan sesuai porsinya pada masing-masing masyarakat, sesuai kadar kesesuaiannya.
Dengan banyak mendengar, maka kita akan semakin arif dalam penyampaian kebenaran, dapat memasuki lini kisi-kisi sifat dan karakter masyarakat yang beragam.

Karena itulah pentingnya sebuah proses penyampaian, dengan kesabaran, pelan namun pasti, sesuai porsinya. Dengan demikian, maka kebenaran yang disampaikan akan mampu masuk ke segenap lini sendi-sendi kehidupan masyarakat yang beraneka ragam ini.

Meskipun kita mengetahui kebenaran sejati dari satu sisi, namun sangat penting untuk mendengar kebenaran dari sisi yang lain. Kebenaran itu bergantung dari sudut mana kita melihat, menilai, dan merasakan.
Cobalah memahami ini: " Belajarlah banyak mendengar agar kita mampu belajar arif dan dapat memberi hikmah kehidupan yang hakiki. Kurangi banyak bicara, kendalikan banyak bicara, belajarlah untuk banyak mendengar. Jika ini kau lakukan niscaya dirimu akan memahami sebuah makna arif bijaksana dalam penyampaian kebenaran. Saya dan Anda, sama-sama belajar, agar terbentuk kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai perbedaan pendapat. Kebenaran sejati tidak akan berarti secara rahmatan lil alamin, jika penyampaian kebenaran itu bukanlah hasil dari resultan banyak mendengar, karena sesungguhnya penyampaian sebuah kebenaran sejati itu adalah melalui kearifan sejati pula. Kearifan sejati itu haruslah melalui proses banyak mendengar sehingga seseorang tersebut dapat menyampaikan sebuah kebenaran sejati ".

(Fitrullah)

Note: Gambar diambil dari, https://4.bp.blogspot.com/-m8Bt_3Scosw/WEBBbqWFyfI/AAAAAAAACCU/v12H5Hp0TJ8sGcgy9TCkXmWFLuWP1xYSACLcB/s320/perception1.jpg, sebagai ilustrasi semata)

KEARIFAN SEJATI adalah MEDIA PENYAMPAIAN KEBENARAN SEJATI dari OLAH BANYAK MENDENGAR

Jangan terlena dengan yang ada. Kelak semua akan terjawab seiring berjalannya waktu, tentang kebenaran, tentang keadilan, dan tentang kearifan dalam hidup.
Mendengar itu ilmu yang sungguh sulit dibanding berbicara, karena mendengar membutuhkan pengendalian nafsu pembenaran diri sendiri.

Ya, benar pesan Beliau yang kuhormati nun jauh di sana tentang Mendengar. Bahwasanya mendengar adalah sebuah riset kehidupan yang harus dilalui.
Adanya perbedaan di semua lini kehidupan manusia, dengan beragam ujian masing-masing, karakter dan sifatnya, juga kehidupan yang dilaluinya masing-masing manusia, maka Mendengar adalah sebuah kata yang sungguh bermakna.

Kebenaran sejati itu memang ada, yang hanya diketahui oleh Dzat-Nya Yang Maha Tinggi.
Jikalau kebenaran sejati ini turun pada hamba-Nya yang diridhoi-Nya, maka kebenaran sejati ini akan mampu merangkul semua lini perbedaan yang ada di masyarakat, dengan cara kearifan, kebijaksanaan, dan kesabaran.

Berbicara kebenaran pun sering kandas di tengah jalan. Karena apa? karena tidak sinkron dengan kemajemukan masyarakat yang ada. Di sinilah pentingnya Mendengar.
Dengan banyak mendengar, maka akal fikir kita sebagai perantara penyampai kebenaran sejati itu akan mampu ditempatkan sesuai porsinya pada masing-masing masyarakat, sesuai kadar kesesuaiannya.
Dengan banyak mendengar, maka kita akan semakin arif dalam penyampaian kebenaran, dapat memasuki lini kisi-kisi sifat dan karakter masyarakat yang beragam.

Karena itulah pentingnya sebuah proses penyampaian, dengan kesabaran, pelan namun pasti, sesuai porsinya. Dengan demikian, maka kebenaran yang disampaikan akan mampu masuk ke segenap lini sendi-sendi kehidupan masyarakat yang beraneka ragam ini.

Meskipun kita mengetahui kebenaran sejati dari satu sisi, namun sangat penting untuk mendengar kebenaran dari sisi yang lain. Kebenaran itu bergantung dari sudut mana kita melihat, menilai, dan merasakan.
Cobalah memahami ini: " Belajarlah banyak mendengar agar kita mampu belajar arif dan dapat memberi hikmah kehidupan yang hakiki. Kurangi banyak bicara, kendalikan banyak bicara, belajarlah untuk banyak mendengar. Jika ini kau lakukan niscaya dirimu akan memahami sebuah makna arif bijaksana dalam penyampaian kebenaran. Saya dan Anda, sama-sama belajar, agar terbentuk kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai perbedaan pendapat. Kebenaran sejati tidak akan berarti secara rahmatan lil alamin, jika penyampaian kebenaran itu bukanlah hasil dari resultan banyak mendengar, karena sesungguhnya penyampaian sebuah kebenaran sejati itu adalah melalui kearifan sejati pula. Kearifan sejati itu haruslah melalui proses banyak mendengar sehingga seseorang tersebut dapat menyampaikan sebuah kebenaran sejati ".

(Fitrullah)

Note: Gambar diambil dari, https://4.bp.blogspot.com/-m8Bt_3Scosw/WEBBbqWFyfI/AAAAAAAACCU/v12H5Hp0TJ8sGcgy9TCkXmWFLuWP1xYSACLcB/s320/perception1.jpg, sebagai ilustrasi semata)

FASE KERUCUT

Saat itu terjadi, maka terjadilah....
saat itu terurai, maka terurailah....
tanpa kita sadari, kita memasuki fase kerucut.....
fase dimana tangis seolah menjadi kering....
fase dimana tertawa seolah tercekat.....
fase dimana Tuhan terlihat begitu Agungnya.....
fase dimana manusia bagai debu beterbangan....

Begitu panas bumi ini....
begitu dingin hati pepohonan....
begitu kencang gemuruh angin bernyanyi.....
begitu lincah air menari tiada irama....
begitu nanar mata gunung memandang....
begitu berat beban awan menggantung....

Cobalah memahami di keheningan malam,
di sepertiga malam itu.
Di sana kau akan temukan arti seluruh nyanyian alam,
dari ujung samudera hingga ujung pegunungan,
dari ujung tunas hingga ujung ranting,
dari ujung kuku hingga ujung rambut,
Rangkailah itu semua dalam irama.
sehingga mengerti kaidah alam.

Self Reminder

Merasa bisa itu penyakit...
Sedangkan meniru tanpa ilmu, itu petaka...
Sangat halus untuk mengkajinya,...
karena memang ketidaktahuan yang dibungkus nafsu halus duniawi.

Sulit menjadi total demi ridho Tuhan,
Payah lelah tiada arti.
Jika masih ada ketakutan sesuatu dunia,
itu pertanda nafsu duniawi.
Kajilah dengan bijak.

Tanyakan pada diri sendiri,
pada hati sanubari terdalam.
Masih jauh jika paham,
serasa dekat padahal jauh.
Mohon ampunlah pada Ilahi jika menyadarinya.
(fitrullah)

Tidak Perlu Meraba-raba Masa Depan Seseorang, karena Hal itu Bisa diketahui Saat ini Juga!

Satu persatu saya meriset tentang masa depan seseorang.
Hubungan kesuksesan seseorang itu dengan realita saat ini yang dilakukannya.

Sekian ribu saya memperhatikan kejadian di masyarakat, saya belajar tentang masa depan seseorang secara ilmiah, bukan ramalan semata.
Ya, jika seseorang itu masih yakin akan masa depannya atau galau akan masa depannya ataupun masih kira-kira akan masa depannya, 
KETAHUILAH DARI PENGALAMAN SAYA MELIHAT DAN MERISET KEJADIAN DI MASYARAKAT DI BERBAGAI TEMPAT YANG BERBEDA, DARI SEKIAN RIBU KEJADIAN YANG SAYA AMATI:

" BAHWASANYA SUKSES ATAU TIDAKNYA MASA DEPAN SESEORANG ITU, DAPAT DIKETAHUI PASTI DARI SIKAP PERBUATANNYA SAAT INI. 
JIKA DALAM KESEHARIANNYA, SESEORANG ITU BERSIKAP SOMBONG, TIDAK MAU MENGHORMATI, DAN TIDAK PEDULI AKAN SEKITARNYA PADA ORANG YANG MEMBUTUHKAN, TERUTAMA PADA ORANG-ORANG YANG LEBIH TUA DARIPADANYA, DAPAT DIPASTIKAN MASA DEPANNYA TIDAK AKAN PERNAH SUKSES!"


fitrullah
Global Society Care
www.fitrullah.com

Seorang Manusia terkadang Tidak Menyadari, Tidak mau berkorban atas dirinya, untuk Meninggalkan Sejenak Lingkar Kebiasaannya, menuju Ketenangan Ruhani yang Hakiki, mencoba untuk Mendekat pada Pusat Pusaran Waktu.

Dalam sebuah pusaran, tersebutlah bahwa area yang sangat labil adalah area yang semakin jauh dari pusaran.
Area yang sangat tenang dalam sebuah teori pusaran adalah area pusat pusaran.

Artinya: semakin jauh dari titik pusat pusaran, maka makin besar pula gaya gesek yang dialami partikelnya, begitu pula sebaliknya.

Jika seorang manusia berada makin jauh dari pusat pusaran, maka makin kencang gesekan yang dialaminya, makin kencang perputaran dirinya dalam melingkari pusat pusaran.

Dunia ini sangat cepat berputar. Memabukan bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Haru dinamika dan berbagai suka duka dalam kehidupan dunia, sangatlah cepat dan bermilyar ragamnya. Sungguh cepat tak terkira.
Menurut pusaran waktu, seorang manusia hendaknya "bersedia" ketika Sang Khalik meletakkan dirinya keluar dari lingkaran terjauh dari pusaran waktu, menuju pendekatan pada pusaran waktu. Bayangkan saja sakitnya manusia, ketika dia harus keluar sejenak dari lingkaran kebiasaannya menuju lingkaran yang lebih dekat dengan pusaran waktu, yang notabene di luar lingkaran kebiasaannya.
Di saat seorang manusia "meloncat/dipaksa" oleh Sang Khalik, maka serasa enggan untuk keluar dari lingkaran kebiasaannya semula. Manusia cenderung enggan "berpisah sejenak" dari lingkaran semula. Padahal semakin menuju pusaran, makin tenang seorang manusia dalam berjalan atas waktu

Seorang manusia terkadang tidak menyadari, tidak mau berkorban atas dirinya, untuk meninggalkan sejenak lingkar kebiasaannya, menuju ketenangan ruhani yang hakiki, mencoba untuk mendekat pada pusat pusaran waktu. Takut meninggalkan kecepatan lingkar yang dilaluinya, kecepatan lingkar suksesnya, kecepatan lingkar kehidupannya.

Padahal sesungguhnya, manusia membutuhkan ketenangan ruhani yang hakiki, yang jauh dari lingkar hingar bingar kehidupan, agar kehidupan bisa selaras.
Keluar menjauh dari pusat pusaran waktu pun sangat tidak baik. Karena "eksitasi" ini dapat melempar seorang manusia dari fitrah waktunya. Meskipun energi yang dihasilkan sebesar energi atom pun, namun energi menuju pusat pusaran jauh lebih besar lagi.
Inilah pengorbanan seorang manusia dalam mempertahankan eksistensinya dalam kehidupan ini. Pengorbanan dalam mencoba mendekati pusat pusaran waktu, mencoba mencapai ketenangan dalam pusaran waktu yang luarbiasa ini.

Jika setiap manusia dapat mengikuti pola pendekatan ke arah pusat pusaran waktu, maka akan damai sentosa peri kehidupan ini. Manusia akan menyadari arti dirinya dalam kehidupan ini, dapat menyadari setiap maksud Tuhan dalam segala lini kehidupannya, sehingga menghasilkan manusia-manusia yang bijaksana dalam kehidupan.

Sesungguhnya Sang Waktu diciptakan tidaklah selain untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan untuk makin menjauh dari-Nya.

#Wallahualam

fitrullah

catatan: gambar diambil dari internet sebagai ilustrasi semata.

Sejauh Saya Memandang, hanyalah Instropeksi Diri yang Sungguh-Sungguh, yang menyebabkan seseorang itu Sembuh dari Penyakit Ganas Sekalipun.

 
(keterangan: gambar diambil dari http://the-friendkerz.blogspot.co.id, sebagai ilustrasi semata)
 
 
Tubuh manusia adalah fitrah yang baik. Unsur-unsur tubuh pun sedemikian bagusnya, saling menopang antar organ di dalamnya, mulai jantung, hati (liver), pankreas, ginjal, dan lain sebagainya.
Setiap saat berdenyut, memompa aliran baik ke segenap bagian tubuh manusia. Karena itulah manusia bisa beraktivitas dengan segala akal fikirannya selama di dunia.
Pengendali fungsi tubuh sehingga dapat terus berfungsi baik (normal) adalah pancaindera manusia sendiri, mulai mulut, kulit, mata, hidung, dan telinga, Di kelima indera inilah pintu masuk segenap unsur makanan minuman, suara, rasa, penglihatan, bau ke dalam tubuh manusia. Dan kelima indera ini dikendalikan oleh akal fikiran, nafsu, dan sanubari manusia. Akal fikiran, nafsu, dan sanubari inilah yang menjadi motor pengendali utama untuk kelima pancaindera manusia.

#Buktikan saja semisal: umbar makan minum apapun tanpa seleksi sehat atau tidak, mengabaikan rasa kenyang sekalipun, niscaya beberapa bagian tubuh kita akan merasakan tidak enak bahkan sakit saat itu atau di kemudian waktu.

#Buktikan saja semisal: telan semua omongan orang, baik buruk ataupun tidak, masukkan ke hati tanpa penyaringan satupun, niscaya tubuh kita akan merasa tidak enak bahkan sakit di bagian tubuh tertentu.

#Buktikan saja semisal: sentuh semua hal-hal yang beracun, yang dilarang agama, hal-hal yang diluar batas kewajaran (panas/ dingin/ membahayakan), niscaya kulit dan beberapa bagian tubuh kita akan merasakan tidak enak atau bahkan sakit di kemudian waktu.

#Buktikan saja semisal: umbar bicara kita tanpa filter kata-kata baik, yang keluar hanya kata-kata negatif, benci, amarah, dan lain-lain negatif, niscaya beberapa bagian tubuh kita akan merasakan tidak enak atau bahkan sakit di kemudian waktu.

dan lain sebagainya.....

Mengapa kita merasa tidak enak, tidak nyaman, bahkan sakit beberapa bagian tubuh kita saat itu atau di kemudian waktu? tidak lain dan tidak bukan karena kita telah meletakkan akal, fikiran dan sanubari kita jauh di bawah telapak kaki kita dan nafsu terumbar bebas tanpa sekat pengendali seluruh pancaindera kita.

Sejauh pengalaman saya selama ini, dari desa hingga perkotaan, dari masyarakat berbagai golongan, baik muda/ tua, baik pria/ wanita, atau yang dianggap masyarakat pinggiran hingga masyarakat elit sekalipun, hal-hal di atas menjadi faktor utama ada tidaknya penyakit itu hinggap di tubuh seorang manusia tanpa pandang bulu.

Akal fikiran dan sanubari adalah kontrol nafsu atas seluruh pancaindera manusia. Untuk bisa lepas dari sebuah penyakit ganas sekalipun maka akal fikiran yang dituangkan dalam bentuk ikhtiar (usaha) yang didasarkan sanubari (petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa), sehingga melahirkan kontroling nafsu adalah kunci kesembuhan sebuah penyakit ganas sekalipun.
Jika akal fikiran dan sanubari ini dialiri oleh Dzat Tuhan Yang Maha Dashyat, maka manusia akan memiliki kesadaran diri atas nafsu selama ini sehingga mampu untuk instropeksi diri dan memiliki kontrol penuh atas nafsu itu sendiri.

Karena itulah kesembuhan itu datangnya dari sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia hanya diharuskan mengkondisikan dirinya untuk sepenuhnya paham akan akal, fikiran, nafsu, dan sanubarinya untuk selalu dekat dengan Dzat-Nya Yang Maha Agung, karena segala sesuatu yang berlebihan itu sungguh tidak baik.
Saya masih belajar dan belum tentu benar, karena itu mohon maaf jika ada kekeliruan dari semua postingan saya di atas jika kurang berkenan, karena hanya Tuhan Yang Maha Kuasa sumber kebenaran itu sendiri.

 
Fitrullah
Global Society Care
www.fitrullah.com



JANGAN MUDAH BERPUTUS ASA, SESUNGGUHNYA ALLAH SWT ITU MAHA KUASA.

Dalam perjalanan hidup saya selama ini, di  manapun kita berada dan bernafas, maka jika kita meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT itu ada dengan segala Kekuasaan-Nya.

Dengan METODOLOGI ILMU PENGETAHUAN SYARAF atas ijin-Nya jua, maka segalanya mungkin saja terjadi. Tanpa ijin-Nya maka semua tidak mungkin terjadi.

Maha Besar Allah atas segala Kuasa-Nya.

fitrullah
Global Society Care

Catatan:
#diposting sebagai motivasi untuk kita semua bahwasanya Allah SWT itu Maha Segalanya. Dengan iringan doa yang tiada putusnya, maka manusia wajib ber-ikhtiar seoptimal mungkin, pantang putus asa, mau melakukan instropeksi diri atas segala dosa yang dilakukan dengan setulus-tulusnya.
Tiada satupun manusia di dunia ini yang sempurna, karena manusia itu penuh dengan khilaf dan dosa selama hidupnya. Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya.

#Sesungguhnya penyakit itu diujikan pada setiap insan manusia tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk menjadikan manusia tersebut menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

#Mari kita ringankan suka duka saudara kita dengan apa yang bisa kita lakukan masing-masing, seoptimal kita bisa lakukan, tanpa mempedulikan suku, agama, ras, dan golongan, secara tulus ikhlas.

Atas ridho Allah SWT, Kupersembahkan Kembali ini semua untuk-Mu semata.


#Manusia terlahir di dunia agar memiliki manfaat bagi kehidupan.
#Manusia menghirup udara di dunia tak lebih selain untuk beribadah kepada-Nya.
#Menggunakan akal fikiran dan nurani hanya untuk bisa berbuat terbaik bagi kehidupan, itu mutlak.
#Lakukan saja sebisa kita, setulus kita, semampu kita untuk memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
#Langkah satu detik ini dapat membuka sejuta langkah ke depan,
karena itu Lakukan saja asal bermanfaat semampu kita.
#Aku pun masih belajar kehidupan, dan belajar itu tiada pernah berakhir, agar seoptimal mungkin memahami kewajibanku di dunia ini atas ridho Allah SWT.

FITRULLAH

Global Society Care (asam urat): Akhirnya Kadar Asam Urat yang Bertahan di area 10 pun menuju Normal!

Seseorang anggota masyarakat sebut mr GY bercerita padaku tentang masalah asam uratnya yang bertengger di angka 10. Akibat keadaan ini, bertahun-tahun dia mengalami bengkak di kaki dan beberapa bagian tubuhnya, juga rasa sakit.

Setelah kuberi saran, akhirnya kadar asam urat mr GY berangsur turun menjadi sekitar 8 minggu lalu dan sekitar 6 untuk kemarin.
Mr GY pun merasa membaik dari bengkak dan rasa sakitnya selama ini.

Semoga mr GY menuju kesembuhan ke depan atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.

FITRULLAH
Global Society Care

Global Society Care: Kesembuhan itu dari sisi-Nya dan atas Karunia-Nya pula Kesembuhan itu dapat terjadi meski misal Penyakit itu dikenal Tiada Obat Sekalipun.


 Dudukkan dulu permasalahan. Buka hati kita dan jujurlah pada diri sendiri, apa diri kita ingin sembuh atau tidak. Sampai di titik ini pun belum cukup, karena akan diuji atas keridhoan Allah SWT.

Banyak anggota masyarakat yang berusaha saya sadarkan bahwa sembuh bukanlah tujuan utama dari ujian penyakit yang diberikan Allah padanya. Ada tujuan Allah yang jauh lebih besar selain daripada sembuh, yaitu SEBUAH PROSES UNTUK MERUBAH DIRI MENJADI LEBIH BAIK.
Sepengalaman saya dalam membantu masyarakat yang tersebar seluruh Indonesia, masyarakat cenderung memiliki tujuan sembuh semata tapi melenakan INSTROPEKSI DIRI MENJADI LEBIH BAIK.
Sungguh Allah tiada pernah salah dalam memberi ujian penyakit atas tiap insan yang dikehendaki-Nya, dan saya pun melihat selalu ada yang salah di tiap individu penderita sakit. Hal itu bisa dari sikap berlebihan atas konsumsi makanan, gaya hidup berlebihan, sikap sombong, pembenci, dan lain sebagainya.

Tiada ilmu pengobatan yang sempurna di muka bumi ini, karena semua ilmu pengobatan hanyalah sebatas sarana. Ilmu herbal dan sejenisnya pun demikian, tiada yang sempurna. Jadi jika ada kesombongan, angkuh tanpa menundukkan diri atas ridho Allah SWT dalam proses penyembuhan penyakit, itu sama saja tidak menyadari arti penyakit yang ditimpakan atas insan bersangkutan.
Jangan percaya saya tapi telaah seluruh perkataan saya untuk dapat keluar dari penyakit ini, karena yang paling benar adalah segala sesuatu yang berasal dari sisi-Nya, Tuhan Semesta Alam.

Manusia itu banyak salah dan dosanya, jadi jika sebuah pengobatan itu melalui perarntara seorang manusia maka seharusnya jiwa hatinya haruslah bersih dari sifat-sifat penguasaan materi duniawi. Tidak boleh seorang manusia satupun yang menjanjikan sembuh, karena sejatinya manusia itu tugasnya hanyalah berusaha sedang perkara hasil itu menjadi hak prerogatif Tuhan, bukan rana manusia. 
Kesembuhan itu dari sisi-Nya dan atas karunia-Nya pula kesembuhan itu dapat terjadi meski misal penyakit itu dikenal tiada obat sekalipun. Tiada yang tidak mungkin bagi Allah jika sudah berkehendak. Nah di sinilah manusia diuji saat Allah berkehendak, apakah manusia tersebut memiliki kehendak (nafsu) berlebihan atas kemampuan pengobatan? Jika ini terjadi, maka kehendak Allah yang Maha Suci tidak akan pernah mengalir ke hati sanubari manusia yang penuh nafsu tersebut. Karena itulah instropeksi diri itu menjadi utama, setulus-tulusnya, dan totalitas untuk berubah menjadi jauh lebih baik.

Bersabarlah atas ujian penyakit yang dihadapi. Pandang ujian tersebut dengan kasih sayang bahwa Allah masih memiliki sayang pada diri kita. Sesungguhnya perubahan jiwa sanubari adalah yang utama dalam proses kehidupan di muka bumi ini. 
Itulah yang selalu kukatakan kepada siapapun penderita sakit yang menemuiku untuk berdiskusi solusi kesembuhan : Peganglah Tuhan Semesta Alam, tiada yang lain.


FITRULLAH
Global Society Care

IDE SAYA: PROGRAM OPTIMALISASI PEKARANGAN untuk Efisiensi Kebutuhan Hidup Sehari-hari dengan RISET

#Program_optimalisasi_pekarangan_untuk_efisiensi_kebutuhan_hidup_sehari2_dengan_RISET



Meskipun saya ambil terus barusan untuk lalapan, sayur ini tidak pernah habis.
Saya bisa irit Rp 50.000,-/ hari.
Dengan optimalisasi halaman yg sempit, maka Rp 1,5 juta/bulan bisa diirit. Setahun irit Rp 18 juta!
Jika 3 tahun saja sudah irit Rp 54 juta.
Itu hebatnya manajemen riset.

#Anggap saja jumlah penduduk Indonesia 250 juta jiwa, ambil 1% saja misal 2,5 juta jiwa.
2,5 juta jiwa x Rp 18 juta/tahun = Rp 45.000.000.000.000,- (Rp 45 trilyun)/tahun.
Jadi kita hemat Rp 45 trilyun/tahun (untuk 1% penduduk Indonesia)!

***Nah, kuncinya adalah OPTIMALISASI PEKARANGAN untuk 1% total warganegara.
Nah agar optimal maka perlu riset agar bisa optimal untuk kebutuhan sehari2 (mencapai target irit Rp 50.000/hari).

Atau kita balik: Misal hasil keluarga per pekarangan itu dijadikan pangan lokal, maka Rp 45 trilyun/tahun akan beredar di masyarakat. LUARBIASA!

#Program_optimalisasi_pekarangan_untuk_efisiensi_kebutuhan_hidup_sehari2_dengan_RISET

HIDUP ITU BELAJAR: Dia pun berkata pada saya: “Saya sekarang sadar mas fitrul bahwa Allah melalui mas fit, sudah merubah hidup saya hingga saya sekarang ini merasa percaya diri dan berusaha untuk berbuat baik untuk diri saya, keluarga saya, dan masyarakat sekitar saya."

 #Ditulis sebagai pengingat saya pribadi (SelfReminder) untuk bisa terus instropeksi diri#

 (keterangan: gambar diambil dari kaskus, sebagai ilustrasi semata)

" Ya, saya ingat dia, seorang yang tidak begitu dipandang orang lain, orang pinggiran, kurang terdidik, bekas anak jalanan, namun menjelma menjadi sosok yang baik dan santun, sudah terangkat derajatnya dan mampu berkeluarga dan memiliki rumah."

=================================================================== 

Sering saya ditanya oleh beberapa orang: ” Apa masnya nggak khawatir jika tidak mendapat uang dari kegiatan membantu orang-orang tersebut? Kan secara fisik, fikiran, dan biaya sudah dikeluarkan untuk membantu mereka.
 
Saya pun menjawab: ” berarti Anda belum paham apa yang saya lakukan ini di www.fitrullah.com. Saya melakukan di www.fitrullah.com memang hanya ingin berbuat terbaik apa yang saya bisa, semampunya saya. Seluruh society care saya di www.fitrullah.com tidak pernah meminta apapun, karena biar Allah yang mengaturnya, tiada keraguan sedikitpun di hati saya akan hal itu, seikhlasnya, semampunya, tidak perlu memikirkan saya, karena saya melakukan itu semua hanya demi mengharap ridho-Nya semata, kewajiban saya untuk masyarakat dan bangsa saya. Jadi www.fitrullah.com adalah dedikasi saya untuk membantu semampu saya untuk masyarakat.
————————————————————————
“Jadi www.fitrullah.com adalah dedikasi saya untuk membantu semampu saya untuk masyarakat.”
————————————————————————
“Sudah banyak yang mengatakan bahwa apa yang saya lakukan seharusnya bernilai materi luarbiasa. Saya pun hanya tersenyum mendengarnya. Iya, saya paham itu, namun melihat mereka berjuang dan saat saya mendampingi agar mereka mampu keluar dari penderitaan sakitnya adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Sering kok saya menginap hanya untuk menemani/ menjaga/ memberi semangat beliau-beliau agar tidak putus asa terhadap sakitnya.
Hujan, badai, petir menyambar di depan saya di tengah hujan pun sering saya lalui. Ya, saya bisa kuat karena saya merasa harus melakukan sesuatu untuk mereka yang membutuhkan. Jiwa saya merasa terpanggil untuk bisa berbuat seoptimal mungkin.”
 
Pernah suatu hari sepeda motor saya mogok di tengah jalan dan dengan terpaksa saya pun menuntunnya (tidak bisa saya utak utik lagi karena mogok total).
Anda tahu? tiba-tiba setelah menempuh 200 meter an, saya pun disapa oleh seseorang yang saya agak lupa. Orang itu pun menghampiri saya dan menawarkan untuk menuntun sepeda motor saya: “Biar saya yang mengurus sepeda motor mas fitrul, mas fitrul silahkan pakai sepeda motor saya ini.”
Saya pun menjawab: ” Lho, bagaimana Anda pulang ke rumah? nggak lah mas, biar saya sendiri yang tuntun sepeda saya hingga bertemu tukang service terdekat. Sudah gpp, sudah biasa, ini ujian saya”
Orang itu pun setengah memaksa dengan sopan pada saya, “Gak apa-apa mas fitrul, sudah, ini stnk saya, sepeda motor saya dipakai saja, biar jenengan nggak kecapaian, bisa pulang kembali ke rumah, karena masih banyak yang membutuhkan jenengan mas. Sudah jangan fikirkan saya mas”, katanya sambil tersenyum.
 
Ya, Allah, terharu saya mendengarnya, melihat dia bersedia dengan ikhlasnya menuntun sepeda motor saya hingga menemukan tukang service terdekat (entah berapa jauh jaraknya dari tempat kami bertemu tersebut, saya kurang begitu paham).
Ya, saya ingat dia, seorang yang tidak begitu dipandang orang lain, orang pinggiran, kurang terdidik, bekas anak jalanan, namun menjelma menjadi sosok yang baik dan santun, sudah terangkat derajatnya dan mampu berkeluarga dan memiliki rumah. Tidak saya sangka jika derajatnya diangkat Allah setelah pertemuan saya terakhir dahulu di saat dia bukanlah apa-apa.
Hal-hal seperti inilah yang membuat saya terkagum-kagum atas Kekuasaan Allah SWT hingga kini.
 
Dia pun berkata pada saya: “Saya sekarang sadar mas fitrul bahwa Allah melalui mas fit, sudah merubah hidup saya hingga saya sekarang ini merasa percaya diri dan berusaha untuk berbuat baik untuk diri saya, keluarga saya, dan masyarakat sekitar saya. Saya menuntun sepeda motor mas fit itu kebahagiaan saya yang mungkin tidak bisa membalas semuanya. Ayo mas, mampir ke rumah saya, makan di rumah saya, jenengan sudah menuntun jauh sekali dan butuh istirahat, monggo mas”.
 
Anda tahu, saya pun meneteskan air mata mendengar dan melihat ekspresi tulusnya. Ya, Allah, Engkau benar-benar Maha Besar, Maha Kuasa lagi Maha Penyayang.
 
Anda tahu? Hal-hal seperti di atas itulah yang membuat saya yakin bahwa jangan pernah Anda fikirkan materi atas semua tindakan Anda, yang penting bermanfaat untuk orang lain itu sudah cukup. Allah Maha Mengetahui kebutuhan kita, sudah ditakar Allah, hanya tinggal kita sendiri saja yang harus memahami Sunatullah-Nya atas seluruh kehidupan semesta alam.
 
#Bahwasanya Hidup itu adalah belajar dan terus belajar tentang kehidupan, tiada pernah berakhir meski mendekati kesempurnaan yang kita anggap sempurna. Mengapa? karena tiada kesempurnaan itu bisa melekat di diri manusia, hanya Allah SWT yang Maha Sempurna. Ya, Hanya DIA semata.
 
FITRULLAH
Global Society Care
 
(note: dialog di atas terkadang dalam bahasa Jawa dan saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia semirip mungkin yang saya ingat)

GLOBAL RESEARCH: RISET PEMBESARAN KELINCI AGAR CEPAT BESAR DAN ALAMI

#RISET_PEMBESARAN_KELINCI_AGAR_CEPAT_BESAR_DAN_ALAMI

(Note: saksikan videonya untuk membedakannya).
https://youtu.be/4IM9218cIr4

KELINCI PUTIH INI MAKAN TERUS TIADA HENTI, SEHINGGA CEPAT BESAR! Makan yang terus menerus (lahap) ini dan berhenti saat kenyang, kemudian makan lagi adalah BUKTI PENYERAPAN MAKANAN YANG SEMPURNA SEHINGGA KELINCI CEPAT BESAR DARI UKURAN DAN WAKTU SEMESTINYA! Semuanya alami.

Catatan: Kelinci putih adalah yang diriset agar nafsu makannya jauh meningkat, sedangkan kelinci abu-abu bukan yang diriset.
Riset merangsang secara alami kelinci dalam pola makan sehingga berhasil membuat besar tubuhnya hampir 1,5x ukuran normal kelinci dewasa.
https://youtu.be/4IM9218cIr4
(#Jangan lupa like, subscribe, dan share ya. Terima kasih).
FITRULLAH
Global Researcher

Global Research : Menakjubkan! cara melukis dan mewarnai anak anak ini pada seleksi Siswa Prestasi dan Kreativitas Seni 25 Maret 2017 Gresik.!

https://youtu.be/8yjR9quofy8

(Menakjubkan! cara melukis dan mewarnai anak anak ini!)
https://youtu.be/8yjR9quofy8


Anak-anak ini memiliki bakat melukis dan mewarnai yang sangat menakjubkan, pada seleksi Siswa Prestasi dan Kreativitas Seni 25 maret 2017 Gresik.

Pola-pola penyaluran bakat dan minat ini dapat diketahui karakteristik global untuk menentukan cara terbaik dalam mengembangkan minat dan bakat anak ke depan.

Riset ini akan dapat memberi pelajaran dalam menentukan cara terbaik, untuk memutuskan pola pendidikan riset terbaik untuk generasi bangsa ke depan.  

FITRULLAH
Global Researcher



RISET MENAKJUBKAN! Maha Besar Allah: Baru 2 hari diriset, Ikan ini berhasil beranak pinak!

https://youtu.be/gXcQUOrzwOs

(RISET MENAKJUBKAN! Maha Besar Allah: Baru 2 hari diriset, Ikan ini berhasil beranak pinak!)
Teringat teknik riset membesarkan ikan, mengatur kondisi lingkungan hidupnya adalah utama untuk ikan cepat beranak pinak. 

Dalam riset ini, saya berhasil membuat ikan-ikan beranak dalam 2 hari sejak pembelian dari pasar ikan (yang menurut penjualnya bahwa ikan-ikan ini beranak pinak secara normal dalam 1-2 bulan) 

AMAZING VIDEO RESEARCH!: Modular System of BUSWAY SHELTER for PASSENGER WITH WHEELCHAIR

https://youtu.be/6F67Y9T8gEs
(AMAZING VIDEO RESEARCH!: Modular System of BUSWAY SHELTER for PASSENGER WITH WHEELCHAIR) 


The final design is a busway shelter with modular system that refers to Madani Concepts as its system concepts, 
that is Self-supporting and Humanistis 

Modular is meaning  that is the busway shelter can be located at tight area with a lot of passengers capacities. 
a tight area with a little capacities, wide area with a lot of capacities, and wide area with a little passengers capacities, 
both in the middle and in the side of busway line in Surabaya.  

The Humanistis Self supporting is the passengers which going up and going down of busway, can be self supporting 
for going up and going down in busway shelter, is starting from ticketing system, waiting a bus arrival, and moving to 
the bus which is coming, that is humanity both for formal consumer (passenger) and also 
the informal consumer (loiterer), and  have a independent form image.



FITRULLAH
www.fitrullah.com
Note: Shared to contribute positively to Society

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia KH Ahmad Hasyim Muzadi, pada pagi ini, hari kamis, 16 maret 2017


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 
Telah meninggal dunia KH Ahmad Hasyim Muzadi, pada pagi ini, hari kamis, 16 maret 2017.

Semoga alm KH. Hasyim Muzadi diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT, diterima amal ibadahnya, dan bagi keluarga, ummat, jamaah yg ditinggal diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin. 



Turut berbelasungkawa

fitrullah
(www.fitrullah.com)

Aplikasi untuk Global Society Care: Jika gula darah Anda naik, jangan panik!

CYBER RESEARCH for GLOBAL SOCIETY CARE:

Jika gula darah Anda naik, jangan panik!
Saya akan bantu dengan aplikasi saya untuk MENURUNKAN GULA DARAH Anda di batas normal secara alami.

Ini Program Society Care saya untuk membantu Dunia lebih luas lagi.

FITRULLAH
Global Society Care
www.fitrullah.com

Global Society Care (Kejang karena Syaraf Terjepit): Setelah Saya Sentuh (3) Syaraf Beberapa Kali dengan Kecepatan Cukup kira-kira 2 Menit, dan Alhamdulillah ternyata Kejang tidak Terjadi.

(keterangan: gambar diambil dari internet sebagai ilustrasi semata)

 
Tuhan itu memang Maha Kuasa. 
Seperti halnya siang ini, saya tidak mengerti mengapa harus berjalan ke arah jalan itu.

Saat berdiri dan berjalan tersebut, tiba-tiba saja ada seorang anak perempuan yang tergeletak jatuh, kejang-kejang. Ya, anak itu bersama kedua orangtuanya yang serta merta mendudukkan putrinya di pangkuannya sambil mengelus-elus kepala sang anak.

Saya perhatikan betul apa yang terjadi dan segera saya dekati keluarga kecil tersebut. Tanpa tahu siapa yang mengawalinya, kedua orangtua sang anak segera menceritakan perihal kesehatan putrinya mengapa bisa kejang-kejang demikian.
Sudah ke dokter, periksa kepala, dan ahli alternatif, tidak menunjukkan sesuatu yang aneh/ rusak di area kepala, tulang, maupun organnya. Saking putus asanya hingga diobatkan ke supranatural untuk memeriksa unsur non medis jika ada.

Saya terus mendengarkan cerita yang mengharukan ini. Disebutkan bahwa sang anak ini sering sekali kejang (bukan epilepsi menurut dokter) beberapa kali setiap hari. Begitu seringnya kejadian kejang tak terduga ini, maka orangtuanya harus siaga setiap saat untuk dapat memberikan pertolongan jika terjadi kejang setiap saat. 
Orangtuanya juga menceritakan bahwa jika sangat lelah maka kejang akan terjadi tanpa gejala apapun, terutama saat tidur ataupun berbalik dari posisi tidur.
Diceritakan pula bahwa anak ini pernah jatuh terduduk saat bermain sepatu roda, namun gejala yang paling dirasa yaitu sepulang dari outbond fullday.

Saya  katakan bahwa lupakan unsur non medis (supranatural), karena ini murni sakit syaraf. Saya akan tunjukkan bahwa ini murni syaraf, karena jelas terlihat ada bengkak di titik-titik syaraf lengan, tumit, dan tulang duduk. Saya mengetahuinya saat saya sentuh di ketiga (3) titik syaraf tersebut.
Mudah-mudahan ada perubahan positif, saya akan coba bantu semampu saya.

Setelah saya sentuh beberapa kali dengan kecepatan cukup kira-kira 2 menit, saya menyuruh sang anak untuk berlari dan melompat-lompat hingga lelah, dan benar saja ternyata kejang tidak terjadi. 

Melihat perubahan positif tersebut, kedua orang tua sang anak tampak gembira dan sembab menangis terharu: "Saya akan anggap saudara mas nya, dibalik keputusasaan saya masih terselip optimisme dan alhamdulillah Allah menjawab optimisme saya siang ini. Terima kasih mas. Saya akan sering bertemu dengan mas nya untuk setiap perubahan positif putri kami".

Saya pun menjawab: "Jangan percaya ucapan saya, karena manusia banyak dustanya, namun peganglah segala ketentuan Allah SWT. Karena Dia lah Sang Maha Menyembuhkan, bukan saya. Insya Allah putri Anda akan baik-baik saja dan itu terlihat dari berlari dan melompat berkali-kali pun sudah tidak kejang kembali. Mudah-mudahan ada kesembuhan ke depan atas ijin Allah SWT".



FITRULLAH
Global Society Care
www.fitrullah.com 


Global Research: Sayur Hasil Riset 100% Organik

Jika sayuran hasil riset bisa dikonsumsi dan membawa manfaat bagi kesehatan, mengapa tidak?

Proses tumbuh 100% organik sudah tentu akan menyehatkan masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara meluas, maka riset pertumbuhan cepat yang 100% alami sangat diperlukan.

FITRULLAH
Global Researcher

Global Research (Riset Daun Ketela): Bukti bahwa Tanah Berbatu pun bisa Subur!

Satu persatu permasalahan mulai dapat dipecahkan. Tanah padas keras bebatuan pun bisa kembali subur dengan riset.

Ya, riset yang saya lakukan telah berhasil mengubah tanah padas keras bebatuan menjadi subur kembali, seperti pada ketela ini. Selain itu, riset percepatan tumbuh pun tetap dapat dilakukan di tanah keras ini.

FITRULLAH
Global Researcher

Global Society Care (BREAST CANCER): BENGKAK DI LENGAN DAN PAYUDARA PUN TERUS BERKURANG!

Untuk kesekian kalinya, parameter alami ini terbukti 100% bereaksi sangat positif terhadap penderita Kanker Payudara (Breast Cancer).

Bengkak di area payudara dan sekitarnya pun berangsur kempis (mengecil) pada mrs. XYZ.

Saya akan terus membantu masyarakat yang membutuhkan, melakukan motivasi pada mereka semua untuk terus berjuang melawan sakitnya.

Semoga beliau (mrs. XYZ) mengalami kesembuhan ke depan. Amin.

FITRULLAH
Global Society Care
www.fitrullah.com

Note: gambar diambil dari internet sebagai ilustrasi semata.

Global Society Care (DIABETES MELLITUS): "Kadar Gula saya benar-benar turun dari 400-an menjadi 237!

Satu per satu masyarakat membuktikan bahwa penyakit diabetes yang dideritanya selama bertahun-tahun menunjukkan hasil menggembirakan.
Kadar gula mr ABJ yang selalu bertengger di angka 400 an, mulai turun menjadi 237!

Mr ABJ pun menceritakan bahwa wajahnya mulai terlihat segar berseri-seri (pendapat teman-temannya) dari yang semula suram kehitaman. Selain itu tangan sudah tidak gemetaran lagi.
Perubahan positif yang mengundang pertanyaan heran dari teman-temannya sesama penderita diabetes.

"Berjuanglah hingga kadar gula menyentuh di bawah 200, dan biarkan sistem syaraf bekerja secara otomatis untuk menormalkan kadar gula."

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi jalan kesembuhan mr ABJ dari diabetesnya. Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membantu memberi semangat masyarakat seperti mr ABJ untuk terus berjuang atas sakit yang dideritanya.

FITRULLAH
Global Society Care
www.fitrullah.com

GLOBAL SOCIETY CARE (BREAST CANCER): BENGKAK di AREA PAYUDARA PUN MULAI MENGEMPIS SECARA BERTAHAP.

Kanker payudara (breast cancer) merupakan penyakit yang paling ditakuti kaum wanita.

Ada beberapa titik syaraf yang menjadi kunci penyembuhan KANKER PAYUDARA.
Pengalaman saya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, selalu ada beberapa titik syaraf yang sama memiliki kelainan.

Memberi semangat penderita kanker payudara untuk terus berjuang adalah berarti bagi saya pribadi. Keputusasaan di awal yang berubah menjadi optimisme adalah sebuah proses kehidupan.

FITRULLAH
GLOBAL SOCIETY CARE

A DIARY FOR GLOBAL SOCIETY CARE

Yang perlu kita lakukan hanya satu, lakukan saja yang terbaik untuk masyarakat yang kita bisa lakukan walau itu dianggap tidak penting sekalipun, karena yang dapat menilai manfaat dari setiap perbuatan kita hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kita hanya harus terus berusaha agar dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, semampu kita, kapan pun, di manapun, atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.


FITRULLAH
Global Society Care

RISET SINGKONG ORGANIK (FITS): 3 bulan sudah panen!

Singkong jika diriset maka percepatan tumbuh cepat dan sangat baik akan terjadi!

Hasil riset (ujicoba) singkong ini:
1). Waktu panen jauh lebih cepat yaitu sekitar 3 bulan saja, bukan 7 bulan waktu normalnya.
2). Perebusan di air mendidih hanya butuh 2 menit! Sehingga sangat efisien dalam bahan bakar/ pengolahan,
3). Tekstur singkong sangat lunak/ lembut
4). Dijamin 100% organik sejak dari awal penanaman hingga selama proses pertumbuhan.
5). Karena 100% organik maka dijamin sehat.

FITRULLAH
Global Researcher

Santun itu harus Lengkap dalam Niat, Kata, Sikap, dan Perbuatan.

Manusia itu sama saja, bergantung orangnya ngerti ajaran agama atau tidak. Orang jahat tapi santun ada, orang jahat yang kasar juga ada, orang santun yang baik ada, orang santun yang tidak bisa apa2 ada,  dll macam orang.

Hafalan ajaran agama dengan ngerti ajaran agama itu beda. Santun itu harus lengkap dalam niat, kata, sikap, dan perbuatan. Nah, tegas dalam menegakkan yang benar, memilah yg benar-salah itu juga termasuk santun perbuatan. Meski sudah santun perbuatan tapi masih kurang dalam santun berkata, juga kurang pas, begitu juga sebaliknya. Karena itu dibutuhkan kerelaan untuk sering meminta maaf jika keliru dan harus mau dikoreksi orang lain. Ini ciri orang berjiwa besar dan hati2.

Banyak bicara itu mudah namun banyak mendengar itu sulit.

FITRULLAH
Global researcher

ORANG LUGU YANG HARUS DISELAMATKAN DARI SERIGALA-SERIGALA LICIK DI SEPANJANG HIDUPNYA.


Dulu saya pernah bertemu dengan seseorang, sebut saja XY.
XY sosok yang sangat positif terhadap siapapun  meski orang-orang di sekitarnya memiliki sikap2 licik dan jahat terhadapnya.
Prinsip XY adalah jika kita berfikir dan bersikap positif terhadap siapapun, pasti Tuhan akan memberi energi positif yang melindungi XY dan merubah orang-orang licik dan jahat selama hidupnya.
Ya, sangat kuat prinsip itu melekat pada citra wataknya.
Saya pun tersenyum sambil berkata padanya: "Suatu saat dirimu akan paham bagaimana menempatkan diri, menggunakan akal fikirmu, dan bertindak agar dirimu selamat dari orang-orang licik jahat yang terpendam tanpa dirimu ketahui sebelumnya. Ilmumu akan bertambah kelak".

Saya ikuti terus perjalanan hidupnya dan kudapati suatu saat XY ini merenung sambil bersedih: " Mengapa orang-orang di depanku sering memiliki niat licik dan jahat di belakang, yang mana itu tidak pernah tampak dari sikap perbuatan sehari-hari? Begitu teganya mereka padaku?".

Saya mencoba menghibur: " Itulah manusia saudaraku XY. Prinsip hidupmu itu negatif/ positif side, bukan Zero (nol) Side. Jika seseorang menempatkan dirinya di sisi positif maka selamanya dia tak akan pernah memahami sisi negatif manusia, begitu pula sebaliknya. Ada kebaikan dan keburukan yang akan selalu berdampingan sampai kapanpun. Akan selalu ada 2 hal berbeda yang akan selalu berdampingan hingga kapanpun. Seorang manusia akan mampu memahami sekaligus bersikap dan bertindak tepat jika dia mampu menempatkan diri di Zona Zero (Nol). Di Zona Zero ini, manusia tanpa muatan baik dari dalam dirinya maupun dari luar. Energinya bersih, cemerlang, laksana cermin.
Selalu berfikir positif/ negatif saja terhadap makhluk Allah itu adalah sikap berlebihan karena mengedepankan ego manusia atas pilihan sikapnya, dan itu bukan manusia.
Bahwasanya manusia itu dianugerahi akal fikiran dan budi, adalah untuk mampu merenungi atas seluruh kejadian yang menimpanya, bukan malah mengedepankan keharusan untuk menentukan sikap fikiran positif/ negatif saja.
Sikapmu selama ini yang selalu berfikir positif terhadap orang lain adalah baik namun keliru dari niat. Niatmu bukan atas Allah namun berdasar toleransimu, sungkanmu terhadap manusia di depanmu. Ada orang baik juga ada orang jahat, itu sudah pasti. Kepastian sunatullah ini kamu abaikan dengan dalih pokoknya jika saya berfikir positif maka semua akan positif di sekitarmu. Seluruh manusia itu ibarat menapak Siratal Mustakim, yang diberi jalan sangat tajam sehingga butuh kehati-hatian, waspada dalam hidupnya. Jika berjalan di atas titian Siratal Mustakim saja dirimu mengabaikan kewaspadaan atas kanan dan kiri, niscaya dirimu akan tergelincir. Itulah hidup dan tidak ada enaknya hidup di dunia itu.

Jika dirimu menganggap enak hidup di dunia itu, berarti ada kesombongan pada dirimu. Ada hujan, manusia mengeluh banjir, bocor, gagal panen dll. Ada kemarau pun juga sama, mengeluh panas, kekurangan air, dll. Satu kejadian itu saja sudah menunjukkan bahwa tidak mudah hidup di dunia ini. Jadi jangan anggap enteng semua kejadian selama hidup kita.
Yang harus manusia lakukan adalah merenung sehingga menimbulkan rasa syukur atas dua hal berbeda yang selalu berdampingan di dunia ini. Syukuri hujan-kemarau, suami-istri, baik-buruk, dll. Jika diri sudah paham itu, maka gunakan akal fikir budimu untuk memanajemen dua hal perbedaan tersebut atas ridho Allah SWT. Ini memang sulit, namun kita harus sama-sama belajar untuk lebih memahami masing-masing sisi yang berbeda sehingga diri kita mampu berjalan tegak di atas jalan Kalimatullah."


FITRULLAH
Global Researcher

Note: gambar diambil dari internet dan bersifat ilustrasi semata

The Lesson

If God is moving, So no possible throughout the word, There is no heart could not be touched, At an earthshaking event that night. Thin boundary catastrophe and grace, That's where the Lord plain warned, About the origin, About sublime lesson, From him who I respect all my soul. if I'm wrong in the Lesson,
Then the tears continuing to happen, But the God is the Supreme, Loving to me every time

Yes, this is where God shows That God who became Determinants, Not a single human being. Be thankful itself on natural word that night.

(FITRULLAH, Global Researcher)

Global Society Care (diabetes mellitus): Sentuhan syaraf mampu men-detok Penderita Diabetes via Pori-pori Kulit

Sesuai komitmen saya untuk terus membantu masyarakat sebagai langkah Society Care pribadi, maka saya akan berusaha untuk membantu masyarakat, seperti halnya mr. Bgj hari ini yang bertemu saya.

Mr. Bgj seorang penderita diabetes mellitus, menurut ceritanya berdasar keterangan dokter.
Saya katakan bahwa jika syaraf lancar (tidak tersumbat), maka kesembuhan itu akan mendekati kenyataan. Kita semua harus berusaha dan Tuhan penentu kesembuhannya.

Setelah saya sentuh (tanpa ditekan keras) beberapa titik accu, maka mr Bgj seketika berkeringat deras. Setelah beberapa saat berkeringat, pandangan mata menjadi tidak kabur lagi, dada menjadi lapang, jantung berdetak normal, dan badan menjadi segar sekali. Tak berapa lama akhirnya tertidur pulas ( yang sebelumnya susah tidur).

Beginilah salah satu cara kerja detok diabetes mellitus, bisa melalui keringat.
Keajaiban syaraf yang saya pahami.
Allah Maha Kuasa.

FITRULLAH
Global Society Care
www.fitrullah.com

Global Society Care (Breast Cancer): Mrs. Dm akhirnya bisa mengangkat tangannya kembali, mulai membaik! Maha Besar Allah

Kemungkinan Allah SWT sudah mengaturnya. Rencana saya untuk keluar kota tertunda siang ini sehingga saya memutuskan untuk melakukan pendataan riset bakteri cor yang kulakukan.

Seperti biasanya, dimanapun saya berada maka di situ seolah-olah Allah menghadapkan saya untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sebut saja Mrs. Dm, yang mengalami kanker payudara yang menurut keterangan Mrs.Dm sendiri mengalami pembengkakan makin membesar. Akibat dari itu, maka tangan kanannya sudah sangat sulit digerakkan (akibat ada benjolan di area dekat ketiak).
Tampak raut kecemasan dari wajah beliau, dan saya coba tenangkan agar terus bersabar, bahwa kita semua ini hanya bisa berusaha.

Saat saya mencoba menganalisa sistem syaraf yang ada, tampak bengkak-bengkak di beberapa titik di sepanjang lengan kanannya. Saya tanya, apa benar bengkak-bengkak ini terjadi sudah lama? dan dijawab iya, jauh sebelum diindikasikan kanker payudara.
Saya terangkan bahwa sepengalaman saya di masyarakat yang saya bantu bahwasanya syaraf-syaraf yang tersumbat seperti ini itu ada hubungannya dengan penyakit kita. Kita akan lihat apa benar bengkak-bengkak ini ada hubungannya dengan kanker payudara Anda (Mrs. Dm).

Setelah saya totok halus (tekan selembut mungkin) di titik-titik syaraf bersangkutan, maka seketika Mrs. Dm merasakan hangat dan berkeringat di area dada yang terkena kanker payudara dan punggungnya. Pelan namun pasti, pernafasannya mulai lancar dan tangan kanannya (yang semula susah digerakkan) mulai dapat digerakkan. Alhamdulillah.
Raut wajah Mrs. Dm pun mulai cerah kembali.

Saya katakan bahwa sistem syaraf haruslah lancar seperti layaknya saluran pembuangan air. Jika saluran pembuangan air tersumbat, maka akan banyak penyakit yang timbul di area tersumbat tadi. Begitu pula dengan sistem syaraf. Sistem syaraf haruslah lancar.

Pesan sore ini: " Ini benar-benar sudah enakan...".

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah Society Care ini.


FITRULLAH
Global Society Care
www.fitrullah.com

Arsip Blog