f11a4da3e827.html

df36a31bf43d

Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu

(Global Society Care, Society Edu, and Environment Edu)

"JAGALAH KERUKUNAN, KEBERAGAMAN, KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA INDONESIA, DIMANAPUN BUMI DIPIJAK."



Ketik topik yang Anda cari di kotak pencarian di bawah ini (www.fitrullah.com)

USDIDR and Other Currency Research (untuk Keseimbangan Sektor Riil dan Non Riil)

My Other Research : Akhirnya karpet kotor pun bisa kucuci sendiri dengan mudah, Detergen Organik ! Go Research !


Mencuci karpet selalu menjadi kendalaku selama ini. Sulit sekali mencuci karpet kotor yang berat, menjadikannya cemerlang, bersih, dan serat kainnya tidak rusak, namun mudah proses mencucinya. 

Itulah yang membuatku tertantang untuk me-RISET Detergen Organik yang Alamiah, agar dapat membantuku mencuci karpet kesayanganku. 

FITRULLAH, ST
the researcher

Tentang Sistem Syaraf Bagian 1


Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas serabut saraf yang tersusun atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial untuk persepsi sensoris indrawi, aktivitas motorik volunter dan involunter organ atau jaringan tubuh, dan homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh. Sistem saraf merupakan jaringan paling rumit dan paling penting karena terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung dan vital untuk perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan. Satuan kerja utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel glia.
Sistem saraf pada vertebrata secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf tepi (SST). SSP terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. SST utamanya terdiri dari saraf, yang merupakan serat panjang yang menghubungkan SSP ke setiap bagian dari tubuh. SST meliputi saraf motorik, memediasi pergerakan pergerakan volunter (disadari), sistem saraf otonom, meliputisistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis dan fungsi regulasi (pengaturan) involunter (tanpa disadari) dan sistem saraf enterik(pencernaan), sebuah bagian yang semi-bebas dari sistem saraf yang fungsinya adalah untuk mengontrol sistem pencernaan.
.................................................................................................................
........ Sistem saraf rawan terhadap malfungsi dalam berbagai cara, sebagai hasil cacat genetik, kerusakan fisik akibat trauma atau racun, infeksi, atau sederhananya penuaan. Kekhususan penelitian medis di bidang neurologi mempelajari penyebab malfungsi sistem saraf, dan mencari intervensi yang dapat mencegahnya atau memperbaikinya. ........

(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf)


Again! Breast Cancer Research : " Luka Menganga dan Menghitam pun Mulai Mengecil dan Mengering!"

Membantu seorang ibu penderita kanker payudara akut, untuk tetap semangat dan berjuang keras melawan penyakit yang diderita, merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku.

Janganlah berputus asa walau itu terkesan tidak mungkin.
Tugas kita hanyalah berjuang dan berdoa.
Berjuang atas dasar ilmu pengetahuan, serta berdoa pasrah atas Kekuasaan Tuhan Yang Maha Bijaksana.

Semoga proses kesembuhan beliau terus terjadi. Amin.

FITRULLAH, ST
for society care

Senyum dan Tangis adalah Satu, Jangan Pernah Berlebihan Untuk Salah Satunya.




Jalan hidup itu sangat panjang, berliku nan berkelok-kelok. Kadang Tuhan memberi kita senyum, dan kadang pula diberi tangis. Mmmh, sangat kontradiktif, namun memberi sejuta makna hidup.
Mungkin banyak di antara kita yang berharap selalu mendapat senyum, dari hari ke hari, mungkin dari tahun ke tahunnya. Namun, bisa kupastikan bahwa senyum itu tidak akan pernah 100% ada selama bertahun-tahun hidup kita. Mengapa? Karena kita, para manusia adalah makhluk yang diberi airmata, rasa, dan indera kemanusiaan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dengan airmata inilah, manusia menangis, merasakan hakekat-Nya, mencoba untuk memahami segala ujian dan cobaan Tuhan yang diberikan. Dengan rasa inilah, manusia selalu mencoba memahami arti kehidupan di bumi ini. Dengan indera kemanusiaan yang dianugerahkan-Nya pula, manusia akan selalu berusaha untuk berbuat terbaik bagi dirinya, sesama manusia, dan alam sekitarnya.
Jadi, disinilah letak arti senyum. Bahwasanya senyum tidak identik dengan kebahagiaan kita semata, namun senyum untuk terus semangat dalam tangis yang kita hadapi. Senyum itu menguatkan tangis kita, begitu juga sebaliknya bahwa tangis juga menguatkan senyum kita.
Sesungguhnya dibalik tangis kita, para manusia, selalu ada senyum yang akan muncul. Jadi janganlah kita terlalu bersedih hati jika kita mengalami tangis. Berusaha tersenyumlah, dan berusahalah ber-positif thinking pada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwasanya Tuhan tidak akan pernah mengarahkan hidup kita menuju hal-hal yang buruk bagi kita. Bahwasanya Tuhan Yang Maha Agung selalu memiliki Kehendak-Nya yang baik di hadapan-Nya untuk kita semua.
Coba perhatikan hidup kita selama ini, setelah senyum selalu ada saja tangis di kemudian hari. Setelah tangis selalu ada saja senyum kemudian hari. Selalu begitu, dan itulah hidup. Agar kita semua sadar, dan mampu untuk berjalan di garis tengah, di antara senyum dan tangis kita, untuk sadar sepenuhnya bahwa Tuhan Semesta Alam adalah di atas segalanya atas seluruh kehidupan ini.
Karena jika kita sadar akan ini, maka pastilah dari kita semua akan dapat berbuat terbaik, yang bisa kita lakukan dengan kemampuan kita masing-masing, untuk senantiasa berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.


FITRULLAH, ST
the researcher

Ketika Manusia Berada Dalam Pusaran Waktu...

Dalam sebuah teori pusaran, tersebutlah bahwa area yang terdampak besarnya gesekan adalah area yang semakin jauh dari pusaran.
Area yang sangat tenang dalam sebuah teori pusaran adalah area pusat pusaran.
Artinya: semakin jauh dari titik pusat pusaran, maka makin besar pula gaya gesek yang dialami partikelnya, begitu pula sebaliknya.
Jika seorang manusia berada makin jauh dari pusat pusaran, maka makin kencang gesekan yang dialaminya, makin kencang perputaran dirinya dalam melingkari pusat pusaran.
Dunia ini sangat cepat berputar. Memabukan bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Haru dinamika dan berbagai suka duka dalam kehidupan dunia, sangatlah cepat dan bermilyar ragamnya. Sungguh cepat tak terkira.
Menurut pusaran waktu, seorang manusia hendaknya "bersedia" ketika Sang Khalik meletakkan dirinya keluar dari lingkaran terjauh dari pusaran waktu, menuju pendekatan pada pusaran waktu. Bayangkan saja sakitnya manusia, ketika dia harus keluar sejenak dari lingkaran kebiasaannya menuju lingkaran yang lebih dekat dengan pusaran waktu, yang notabene di luar lingkaran kebiasaannya.
Di saat seorang manusia "meloncat/dipaksa" oleh Sang Khalik, maka serasa enggan untuk keluar dari lingkaran kebiasaannya semula. Manusia cenderung enggan "berpisah sejenak" dari lingkaran semula. Padahal semakin menuju pusaran, makin tenang seorang manusia dalam berjalan atas waktu
Seorang manusia terkadang tidak menyadari, tidak mau berkorban atas dirinya, untuk meninggalkan sejenak lingkar kebiasaannya, menuju ketenangan ruhani yang hakiki, mencoba untuk mendekat pada pusat pusaran waktu. Takut meninggalkan kecepatan lingkar yang dilaluinya, kecepatan lingkar suksesnya, kecepatan lingkar kehidupannya.
Padahal sesungguhnya, manusia membutuhkan ketenangan ruhani yang hakiki, yang jauh dari lingkar hingar bingar kehidupan, agar kehidupan bisa selaras.
Keluar menjauh dari pusat pusaran waktu pun sangat tidak baik. Karena "eksitasi" ini dapat melempar seorang manusia dari fitrah waktunya. Meskipun energi yang dihasilkan sebesar energi atom pun, namun energi menuju pusat pusaran jauh lebih besar lagi. 
Inilah pengorbanan seorang manusia dalam mempertahankan eksistensinya dalam kehidupan ini. Pengorbanan dalam mencoba mendekati pusat pusaran waktu, mencoba mencapai ketenangan dalam pusaran waktu yang luarbiasa ini.
Jika setiap manusia dapat mengikuti pola pendekatan ke arah pusat pusaran waktu, maka akan damai sentosa peri kehidupan ini. Manusia akan menyadari arti dirinya dalam kehidupan ini, dapat menyadari setiap maksud Tuhan dalam segala lini kehidupannya, sehingga menghasilkan manusia-manusia yang bijaksana dalam kehidupan.

Sesungguhnya Sang Waktu diciptakan tidaklah selain untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan untuk makin menjauh dari-Nya.

FITRULLAH, ST
the researcher

KARENA HANYA TUHAN-ku LAH yang BISA MENGERTI, TENTANG PEMBELAJARAN ku

Satu demi satu aku mampu membuktikan Kebesaran Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.
Di pelosok desa, di pemukiman kumuh, di lingkungan para pejabat, dan lain sebagainya. Haru biru merebak sukmaku tatkala menyaksikan tanganku dijabat tiap anggota masyarakat di berbagai kota yang pernah kusinggahi.
Tangisku pecah dalam qalbuku, terharu akan kebesaran Tuhan Yang Maha Agung.
Doa diucapkan masyarakat dari mulut ke mulut: " Mas Fitrul semoga diberi keselamatan dan kesehatan prima. Hanya Gusti Allah yang Mampu membalas semua yang Mas Fitrul lakukan terhadap kami ini".
Mendengar itu, tak terasa menitik tangisku, begitu Maha Mulia Gusti Allah ku. Apa yang kulakukan pun aku kurang mengerti, karena aku hanya mengikuti petunjuk Nya.
Detik demi detik, hari demi hari, dan tahun pun berganti tahun. Perjuangan untuk memahami filosofi kehidupan masih terus berjalan hingga denyut nafas terakhir.
Gusti Allah telah mengajarkanku untuk tetap tabah, kuat, dan adil terhadap segenap lapisan masyarakat.
Tahukah sahabat semua bahwa aku begitu terharu kemarin saat seorang nenek dari Ambon menyalamiku sangat lama sambil berkali-kali mengucap terima kasih dan syukur kepada Allah? Aku tergetar luarbiasa merasakannya. Ketika kulepas berkali kali, direngkuhnya kembali tanganku serasa mengucap doa dan rasa syukur.
Ya Allah, hanya Engkau yang kuanut dan titah Mu adalah anugerah terbesar bagiku. Tabahkan aku selalu dalam perjuangan ini, perjuangan untuk mengerti tentang makna hidup dan kehidupan.


FITRULLAH
the researcher

KEADILAN DALAM UJIAN TUHAN

Rasa rindu masih menyeruak. Rindu akan sentuhan-Mu. Hati ini risau tanpa Engkau tegur.
Ya Allah, Tuhan Semesta Alam, Penguasa Bumi dan Langit, Penguasa Kebijaksanaan serta Kearifan. Engkau Maha Mulia, telah sudi mengirimkan utusan-Mu untuk menggembleng lahir dan batin.
Mencambuk dengan irama yang indah, dalam deret baris kalimatullah.
Engkau selalu hadir dalam batas frustasi optimal usaha dan doa. Di sinilah rasa bahagiaku akan kehadiran-Mu.
Masih terkenang dalam sanubariku, jauh di dalam relung hati yang paling dalam, Beliau-beliau yang mengajarkanku ilmu hikmah kehidupan. Beliau-beliau yang memang Engkau hadirkan di sisiku, agar aku makin memahami arti kehidupan.
Ketelatenan dan pengajaran yang sungguh luarbiasa kualami. Aku yakin bahwasanya belajar masih panjang dan tidak kenal kata tamat. Karena langkah hidup adalah proses belajar, belajar mengenal eksistensi diri terhadap lingkungan sekitar dan Tuhan.
Belajar arif dan bijak dalam roda api yang makin kencang turbulensinya.


FITRULLAH
the researcher

KEBAHAGIAANMU DAN KESUKSESANMU BUKANLAH DARI KERJA KERASMU, NAMUN KARENA DOA KEDUA ORANGTUAMU TERUTAMA IBUMU! MAKA BERBAKTILAH PADA BELIAU....

Ujian bakti seorang anak adalah di saat orangtua nya sangat membutuhkan perhatian di kala Beliau renta.
Teringat saat orangtua kita mengasuh dan merawat kita sejak dilahirkan. Kita menangis di kala malam saat orangtua kita nyenyak2nya tidur, Beliau pun bangun dan berusaha menentramkan kita saat itu. Teringat saat kita ketakutan, Beliau juga yang menentramkan kita dari rasa takut itu. Tiap malam kita diajarkan budi pekerti dan ilmu pengetahuan sekolah, juga disuapi makanan kesukaan kita, Ingatkah kalian akan itu semua?

Jangan katakan sibuk karena tugas kantor! Jangan katakan sibuk karena segudang alasan. Tapi katakan pada dirimu bahwa "Aku siap berbakti pada orangtuaku".
Saat orangtua kita yang renta dan butuh perhatian kita, ingatkah kalian siapa yang telah membesarkan dan membuatmu sesukses seperti sekarang ini? Itu karena kedua orangtua kita. Itu karena jasa Beliau yang terbujur renta di atas pembaringan.

Mari kita tinggalkan sejenak pekerjaan kita di kala kedua orang tua kita membutuhkan perhatian kita. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat durhaka terhadap kedua orangtua kita masing-masing. Amin.
FITRULLAH

the researcher

Teknologi Rambut Hitam Alami : "Sebuah Tantangan untuk Me-remaja-kan Rambut Putih (Beruban Usia Muda) secara Alamiah dan Sehat !"

Rambut adalah mahkota terindah. Rambut yang terawat baik dan sehat menunjukkan tingkat kesehatan manusia.

Banyak kasus tumbuhnya rambut putih (uban) di usia muda. Tingkat kimiawi, stres, dan vitamin rambut yang berkurang adalah faktor-faktor yang diduga menyebabkan rambut cepat memutih (beruban).

Bagaimana merubah rambut uban di usia muda menjadi hitam alami dan sehat? Di sinilah kuncinya!

Tahap awal sudah berhasil merubah 80% rambut uban menjadi hitam kembali secara alami dalam 4 minggu. Beliau, laki-laki, berumur 31 tahun yang mengalami pemutihan rambut sejak usia Sekolah Dasar.

Semoga proses penyehatan rambut Beliau berjalan lancar.

FITRULLAH, ST
for society care

*Catatan: foto diambil dari internet sebagai ilustrasi semata.

My Best Society Care for Breast Cancer: "Luka Kanker Payudara itupun Mengering, Tidak Berbau dan Tidak Nyeri lagi!"

Berbuat terbaik bagi masyarakat merupakan kewajiban kita masing-masing.
Melihat optimisme masyarakat untuk bangkit melawan keputusasaan atas penyakit yang dideritanya, merupakan kebahagiaanku tersendiri.

Manusia hanya bisa berusaha, namun Tuhan juga yang Maha Menentukan. Begitu pula proses kesembuhan.


FITRULLAH
for society care

Society Care (Stroke): Syaraf sensorik yang mati selama 26 tahun, sudah mulai terasa. Sebuah tanda baik untuk sembuh, hingga kedua syaraf disatukan (syaraf sensorik dan syaraf motorik)

Kesabaran dan memberi motivasi seseorang yang lumpuh selama 26 tahun, adalah kewajiban kita semua sebagai makhluk sosial.
Simpul-simpul syaraf penyebab kelumpuhan, harus segera dibuka dan di-detok secepat mungkin.
Dengan kesabaran dan terus memotivasi beliau untuk sembuh, adalah suatu hal yang harus dilakukan.
Alhamdulillah saat ini beliau sudah merasakan hangat di sekujur tubuhnya. Syaraf sensorik yang mati selama 26 tahun, sudah mulai terasa. Sebuah tanda baik untuk sembuh, hingga kedua syaraf disatukan (syaraf sensorik dan syaraf motorik).
FITRULLAH, ST
the researcher